Media Kampung – Polisi Reskrim Polres Mojokerto menahan seorang pria berusia 29 tahun yang menggunakan foto AI untuk mengelabui 32 wanita sebelum mencuri barang berharga mereka di sebuah vila Pacet, Mojokerto.

Ilham Wahyudi, asal Desa Klenangkidul, Banyuanyar, Probolinggo, ditangkap pada Senin 6 April di sebuah rumah kos di Perumahan Pesona Permata Ungu, Krian, Kabupaten Sidoarjo setelah tim Resmob berhasil mengamankan tersangka.

Kejadian terkuak setelah korban melaporkan kehilangan barang melalui polisi, yang kemudian menemukan 32 kartu identitas wanita di tempat tinggal tersangka.

Modus penipuan dimulai lewat aplikasi kencan, di mana Ilham mengganti foto profilnya dengan gambar hasil editan foto AI agar tampak lebih menarik bagi target berusia 40 tahun ke atas, mayoritas berstatus janda.

Setelah menukarkan nomor telepon, pelaku mengatur pertemuan di sebuah vila di kawasan Pacet, menjanjikan kencan yang aman dan menyenangkan.

Saat korban lengah, Ilham mengambil tas, ponsel, uang tunai, serta barang berharga lainnya, lalu melarikan diri tanpa meninggalkan jejak.

Kasus ini terungkap dari hasil penggeledahan, di mana polisi menemukan bukti berupa 32 KTP perempuan, masing‑masing milik para korban yang telah diperdagangkan secara ilegal.

AKP Aldhino Prima Wirdhan, Kasat Reskrim Polres Mojokerto, menyatakan bahwa pencurian ini merupakan kejahatan terorganisir yang memanfaatkan teknologi deep‑fake foto AI untuk meningkatkan tingkat kepercayaan korban.

“Modusnya adalah mengajak check‑in para wanita, kemudian pada saat mereka tidak curiga, pelaku mengamuk mengambil barang,” ujar Aldhino dalam konferensi pers.

Ilham mengaku telah menjalankan aksi ini selama tiga tahun terakhir, dengan target utama perempuan berusia matang yang cenderung lebih mudah dipengaruhi oleh penampilan visual yang menggiurkan.

Setelah pemeriksaan lanjutan, tersangka diancam dengan Pasal 476 Undang‑Undang No.1 Tahun 2023 tentang Tindak Pidana Pencurian, yang dapat menjatuhkan hukuman penjara maksimal lima tahun.

Polisi terus melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kemungkinan korban tambahan dan menelusuri jaringan pendukung yang mungkin membantu penyebaran foto AI palsu tersebut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.