Media Kampung – Program Perintis dan Aksi Biru menjadi andalan Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam meningkatkan akses dan mutu pendidikan, terutama pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang diselenggarakan di Alun‑Alun Lamongan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kedua inisiatif tersebut menargetkan peningkatan kualitas belajar dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi serta penurunan signifikan jumlah anak tidak sekolah.

Acara Hardiknas 2026 menampilkan upacara resmi, tasyakuran, dan serangkaian pameran pendidikan yang berlangsung pada 22–24 Mei di Lapangan Gajah Mada serta Gebyar PAUD pada 30 Juni, semuanya mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta, Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Tema tersebut menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menyertakan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembelajaran.

Dalam sambutannya, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, menekankan bahwa Hardiknas menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat pendidikan nasional. Ia menambahkan bahwa program‑program lokal harus selaras dengan kebijakan nasional dan Asta Cita Presiden untuk menghasilkan generasi berdaya saing.

Program Pendidikan Terintegrasi dan Gratis (Perintis) secara konsisten menjangkau lebih dari 7.598 penerima manfaat setiap tahun, meliputi peserta dari jenjang Sekolah Dasar hingga Program Magister (S2). Inovasi Gardu Getar Desa, yang merupakan Gerakan Terpadu Gerobak Kesetaraan, berhasil melibatkan 2.276 warga belajar melalui Paket A, B, dan C, memperluas jangkauan layanan pendidikan di wilayah pedesaan.

Melalui Gerakan Aksi Biru, jumlah anak tidak sekolah di Kabupaten Lamongan turun dari 7.553 pada Juni 2025 menjadi 6.439 pada akhir tahun 2025, mencerminkan penurunan sebesar 14,9 %. Penurunan ini berdampak positif pada indikator pendidikan daerah, termasuk peningkatan rata‑rata lama sekolah menjadi 8,73 tahun.

IndikatorNilai
Rata‑rata lama sekolah8,73 tahun
Harapan lama sekolah14,4 tahun
Indeks pendidikan0,861
Indeks Pembangunan Manusia (IPM)76,80

Pemerintah Kabupaten juga memperkuat kualitas guru melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) serta meningkatkan kompetensi melalui pelatihan berbasis numerasi dan STEM. Lingkungan belajar yang aman dan inklusif dijadikan prioritas, sementara model sekolah satu atap memberikan fleksibilitas bagi siswa di daerah terpencil.

Sekretaris Dinas Pendidikan Lamongan, Hariyanto, menegaskan bahwa Hardiknas 2026 akan menjadi ajang sinergi lintas sektor untuk mewujudkan pendidikan bermutu bagi semua lapisan masyarakat. Ia menambahkan bahwa rangkaian lomba pendidikan dan pameran yang dijadwalkan akan menumbuhkan semangat inovasi dan partisipasi aktif di kalangan pelajar.

Dengan capaian indikator pendidikan di atas, Kabupaten Lamongan berada di atas rata‑rata Provinsi Jawa Timur maupun nasional, menandakan keberhasilan strategi pendidikan daerah. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan program Perintis dan Aksi Biru serta memperluas inisiatif digital untuk memastikan setiap anak dapat mengakses pembelajaran berkualitas.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.