Media Kampung – Pendapatan Cinema XXI mencapai Rp1,1 triliun pada kuartal I 2026, menandakan pertumbuhan signifikan yang didorong oleh keberhasilan film-film nasional selama periode libur Lebaran.

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (Cinema XXI) mencatat peningkatan 18,2 persen dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu, dengan penjualan tiket bioskop menyumbang 60,6 persen dari total pendapatan. Pendapatan tiket naik menjadi Rp665,3 miliar, sementara segmen makanan dan minuman (F&B) menghasilkan Rp357,6 miliar, mencerminkan spend per head yang tetap solid.

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, menegaskan bahwa kinerja kuat ini berakar pada antusiasme penonton terhadap karya sineas Indonesia. “Kami menyambut baik tren positif industri perfilman nasional yang terus menguat. Kepercayaan penonton terhadap karya sineas Indonesia adalah energi yang mendorong kami untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik,” ujarnya.

Selama kuartal I, terdapat tujuh judul film nasional yang masing-masing melampaui satu juta penonton, naik dari tiga judul pada periode yang sama tahun sebelumnya. Keberhasilan ini tidak hanya meningkatkan pendapatan tiket, tetapi juga menegaskan potensi pasar film lokal dalam mendukung ekosistem bioskop.

Dari sisi profitabilitas, Cinema XXI mencatat EBITDA sebesar Rp226,9 miliar, meningkat 81,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Total aset perusahaan mencapai Rp6,72 triliun per 31 Maret 2026, dengan kas dan setara kas sebesar Rp1,75 triliun serta ekuitas Rp4,34 triliun, menandakan posisi keuangan yang kuat.

Arus kas operasi juga menunjukkan perbaikan signifikan, naik menjadi Rp106,6 miliar dari Rp28,1 miliar pada kuartal yang sama tahun lalu. Peningkatan ini mencerminkan kualitas pendapatan yang lebih tinggi serta manajemen modal kerja yang semakin efisien.

Kondisi pasar menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya menuntut film internasional, tetapi juga memberi ruang bagi produksi dalam negeri. Dukungan pemerintah terhadap regulasi layar lebar dan insentif pajak turut memperkuat daya saing film nasional di dalam jaringan Cinema XXI.

Ke depan, Cinema XXI berencana memperluas program promosi bersama produser film lokal, mengoptimalkan platform digital untuk penjualan tiket, dan meningkatkan layanan F&B dengan konsep premium yang dapat meningkatkan spend per head lebih lanjut.

Dengan fondasi keuangan yang solid dan pertumbuhan berkelanjutan pada segmen film nasional, Cinema XXI berada pada posisi yang strategis untuk mempertahankan momentum pertumbuhan selama sisa tahun 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.