Media KampungHarga elpiji naik menambah beban biaya produksi bagi pelaku usaha laundry di Banyuwangi, memaksa mereka menahan tarif meski harga bahan lain terus melambung.

Sejak awal tahun 2026, harga metanol untuk parfum dan plastik telah mengalami lonjakan tajam, sementara elpiji non‑subsidi mengalami kenaikan signifikan yang tidak dapat dihindari.

Wulan Vita, pemilik Q‑ta Laundry, mengungkapkan bahwa pada akhir April 2026 ia menaikkan tarif reguler sebesar seribu rupiah per kilogram, dari Rp7.000 menjadi Rp8.000 per kilogram, namun tarif layanan satu hari tetap Rp15.000 per kilogram.

“Kenaikan tarif reguler memang diperlukan, namun kami tidak berani menambah harga lagi karena khawatir pelanggan kabur,” kata Wulan, menambahkan bahwa penggunaan elpiji 12 kg hanya cukup untuk 2–3 hari kerja atau sekitar 200 kg cucian.

Joko Supaat, pemilik Bening Laundry, menegaskan bahwa kenaikan harga bahan baku paling terasa pada metanol, yang sebelumnya Rp400.000 per jeriken kini melonjak menjadi Rp800.000 per jeriken.

Harga plastik juga hampir dua kali lipat, memaksa laundry mengurangi penggunaan kantong plastik besar dan meminta pelanggan membawa kantong sendiri; hanya plastik bening tipis yang disediakan untuk membungkus pakaian yang sudah disetrika.

Margin usaha laundry menjadi sangat tipis. Menurut Joko, penyesuaian harga sulit dilakukan karena konsumen sensitif terhadap kenaikan, sementara biaya operasional terus meningkat.

Selain tekanan biaya, pelaku usaha melaporkan penurunan daya beli masyarakat. Kedua pemilik laundry menyebutkan jumlah pelanggan turun sekitar 30 % dalam beberapa bulan terakhir dibandingkan masa pandemi Covid‑19.

Dengan kombinasi kenaikan harga elpiji, metanol, dan plastik, serta penurunan pelanggan, banyak laundry di Banyuwangi memilih strategi menahan tarif sambil mengoptimalkan efisiensi operasional.

Pertumbuhan inflasi nasional dan fluktuasi pasar global bahan baku diperkirakan akan terus memengaruhi sektor jasa laundry di wilayah ini dalam waktu dekat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.