Media Kampung – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memberikan dampak signifikan bagi pelaku usaha yang terlibat dalam penyediaan makanan. Selama Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 85,6 persen pemasok atau supplier dalam program ini mengalami kenaikan penjualan.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari, menyampaikan data tersebut berdasarkan hasil survei monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi stimulus bagi pelaku usaha lokal dan sektor pangan nasional.

Selain memberikan keuntungan ekonomi bagi para supplier, program MBG juga meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan bergizi. Survei BPS mencatat kemudahan memperoleh makanan bergizi naik dari 81,4 persen menjadi 84,1 persen selama periode yang sama.

Perubahan perilaku konsumsi masyarakat juga terlihat positif dengan kenaikan persentase yang mengonsumsi makanan bergizi dari 80,3 persen menjadi 84,1 persen. Hal ini menjadi indikasi bahwa program MBG berhasil meningkatkan kesadaran dan kebiasaan makan sehat.

Lebih jauh, program ini membantu masyarakat dalam menghemat waktu dan biaya kebutuhan sehari-hari. Persentase masyarakat yang merasa terbantu dalam menyiapkan makan siang bertambah dari 75,4 persen menjadi 78,3 persen, sementara yang merasakan pengeluaran rumah tangga lebih ringan naik dari 73,6 persen menjadi 75,9 persen.

Dari sisi kualitas, pemerintah mencatat adanya peningkatan dalam menu makanan yang disajikan. Jumlah siswa yang menghabiskan seluruh porsi makanan dalam program MBG meningkat dari 66,9 persen pada Juli 2025 menjadi 69,8 persen pada November 2025, menandakan adanya perbaikan cita rasa dan variasi menu secara berkala.

Qodari menegaskan pemerintah akan terus melakukan evaluasi guna memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta pelaku usaha. Dengan perkembangan ini, MBG tidak hanya menjadi program gizi semata, tetapi juga penggerak ekonomi lokal yang positif.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.