Media Kampung – Tragis! Cekcok masalah ekonomi memicu aksi suami di Banyuwangi yang tega membakar istri dan kemudian mencoba bunuh diri, menimbulkan sorotan tajam terhadap kekerasan rumah tangga di daerah tersebut. Peristiwa ini terjadi pada Jumat sore, menimbulkan kepanikan warga sekitar dan menegaskan pentingnya penanganan konflik ekonomi dalam keluarga.

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Sularni, 63 tahun, menuduh istrinya, Nur Khasanah, 56 tahun, tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup setelah penghasilan keluarga menurun drastis. Keduanya telah mengajukan permohonan cerai sejak Maret, namun proses pengadilan belum selesai.

“Korban yang terbakar langsung berlari keluar rumah sambil meminta pertolongan warga,” ujar Kapolsek Dwi Wijayanto dalam pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa aksi pembakaran terjadi ketika korban hendak melaksanakan salat Isya pada pukul 23.50 WIB.

Sularni dilaporkan menyiramkan bensin ke tubuh korban secara tiba‑tiba, lalu menyalakan api dengan korek api. Tindakan ini menyebabkan luka bakar menyebar secara cepat pada seluruh tubuh Nur Khasanah.

Korban berteriak minta tolong, dan suara tersebut terdengar oleh warga yang berada di sekitar rumah. Warga segera memadamkan api dengan air, namun api masih menyala di dalam kamar.

Sementara itu, saksi melihat Sularni berusaha menyalakan dirinya sendiri menggunakan sisa bensin yang masih ada di rumah. Upaya bunuh diri tersebut berhasil dicegah oleh tetangga yang membantu memadamkan sisa api.

Kedua korban dilarikan ke RSUD Genteng untuk mendapatkan perawatan medis intensif. Dokter yang memeriksa melaporkan bahwa korban perempuan mengalami luka bakar hingga 100 persen pada permukaan tubuh, sedangkan pelaku mengalami luka bakar sekitar 85 persen.

“Berdasarkan keterangan dokter, korban mengalami luka bakar hingga 100 persen, sementara pelaku sekitar 85 persen,” kata Dwi Wijayanto kembali menegaskan kondisi kritis kedua pasien. Tim medis terus memantau tanda vital dan memberikan perawatan luka bakar komprehensif.

Latar belakang rumah tangga pasangan ini memang tidak harmonis; keduanya kerap berselisih perekonomian dan pernah mengajukan perceraian, namun keputusan pengadilan tertunda. Konflik finansial semakin memperparah ketegangan emosional di antara mereka.

Banyuwangi tengah menghadapi tekanan ekonomi akibat inflasi dan penurunan pendapatan sektor pertanian, yang berdampak pada banyak keluarga berpenghasilan rendah. Situasi ini meningkatkan risiko perselisihan rumah tangga yang berujung pada tindakan kekerasan.

Polisi setempat kini mengusut kasus ini sebagai tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga dan percobaan bunuh diri. Penyidikan mencakup pengambilan barang bukti, wawancara saksi, serta penelusuran riwayat perceraian pasangan.

Hingga kini, kedua korban masih berada di ruang perawatan RSUD Genteng dengan kondisi stabil namun memerlukan perawatan lanjutan. Penyidikan masih berjalan, dan pihak berwenang menegaskan akan menuntut pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.