Media Kampung – Kapolri Listyo Sigit Prabowo memimpin apel pengarahan sekaligus membuka Rakernis Brimob Polri 2026 di Lapangan Mako Korbrimob Polri Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat pada Selasa, 21 April 2026. Acara tersebut menandai dimulainya rangkaian kerja tahunan Korps Brimob untuk tahun depan.
Acara dimulai dengan upacara penghormatan bendera yang diikuti oleh seluruh personel Brimob yang hadir, termasuk perwira, bintara, dan anggota lapangan. Setelah upacara, Kapolri bersama pejabat utama Mabes Polri memberikan pengarahan singkat mengenai tujuan dan harapan Rakernis tahun ini.
Di samping Kapolri, hadir Pejabat Utama Mabes Polri seperti Kapolri Wakil, Kepala Divisi Operasi, dan Direktur Bina Karya yang mewakili berbagai bidang strategis. Kehadiran mereka menegaskan dukungan institusional terhadap program-program peningkatan kapasitas Brimob.
Rakernis Brimob 2026 merupakan forum teknis tahunan yang bertujuan mengevaluasi kinerja tahun sebelumnya serta menyusun rencana kerja dan prioritas strategis hingga akhir 2027. Forum ini mencakup pembahasan tentang standar operasional, penataan sumber daya manusia, dan inovasi peralatan.
Beberapa topik utama yang dibahas meliputi peningkatan pelatihan taktis, modernisasi armamentarium, serta integrasi teknologi informasi dalam operasi keamanan. Para peserta juga meninjau hasil audit internal yang menyoroti kebutuhan perbaikan dalam manajemen logistik.
Dalam sambutannya, Kapolri menegaskan pentingnya peran Brimob sebagai garda terdepan dalam penanggulangan terorisme, bencana, dan kerusuhan massa. Ia menekankan bahwa peningkatan profesionalisme dan disiplin harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah operasional.
Kapolri menambahkan, “Kami mengharapkan setiap satuan Brimob dapat menerapkan standar tinggi yang telah disepakati, serta beradaptasi cepat terhadap tantangan keamanan yang semakin kompleks.” Pernyataan tersebut menggambarkan komitmen tinggi kepolisian terhadap kesiapan unit elite.
Sejarah Brimob yang telah berkiprah sejak era kolonial menunjukkan evolusi peran dari pasukan penegak hukum konvensional menjadi satuan khusus yang menguasai taktik anti‑terrorisme dan penanganan bencana alam. Rakernis menjadi momentum penting untuk memperkuat warisan tersebut.
Ke depan, Brimob dijadwalkan melaksanakan serangkaian latihan gabungan dengan satuan militer dan lembaga sipil, serta memperluas kerja sama internasional dalam bidang keamanan publik. Program ini diharapkan meningkatkan interoperabilitas dan respons cepat dalam situasi darurat.
Setelah pembukaan resmi, para peserta melanjutkan diskusi mendalam dalam sesi paralel yang akan berakhir pada akhir minggu. Penutupan Rakernis diharapkan menghasilkan dokumen kebijakan yang akan menjadi acuan operasional Brimob selama dua tahun ke depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan