Media Kampung – 16 April 2026 | Potongan tulang dan tengkorak manusia kembali ditemukan dalam proses pengangkatan bangkai KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, menambah misteri tentang korban yang belum teridentifikasi sejak kapal tenggelam.
Kapal kargo KMP Tunu Pratama Jaya karam pada Juli 2025 setelah menabrak karang di perairan Selat Bali, menewaskan beberapa awak dan meninggalkan banyak penumpang tak teridentifikasi.
Pengangkatan bangkai kapal yang dimulai pada awal 2026 terus berlanjut hingga Kamis, 16 April 2026, dengan tim penyelam dan operator tongkang yang bekerja secara intensif.
Selama operasi, tim menemukan sekitar dua belas potongan tulang, termasuk satu tengkorak manusia, yang terangkat bersamaan dengan bagian struktur kapal.
“Ada sekitar 12 tulang. Ada tengkorak juga,” ujar Yudha Surya Saputra, pengawas pengangkatan, pada Kamis 16 April 2026.
Yudha menegaskan bahwa belum dapat dipastikan apakah semua tulang berasal dari satu tubuh atau merupakan fragmen dari beberapa individu.
Setelah diangkat ke daratan, sisa tulang tersebut diserahkan kepada Satuan Polairud Polresta Banyuwangi untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Jadwal pengangkatan semula dijadwalkan selesai pada akhir Februari 2026, namun mengalami penundaan signifikan karena operator tongkang berhenti beroperasi untuk merayakan Hari Raya Imlek pada awal Februari.
Penundaan tersebut menyebabkan proses pengangkatan terhenti selama beberapa minggu, memperpanjang durasi kerja tim penyelam dan peralatan.
Sampai kini, total berat bangkai yang berhasil diangkat mencapai 300 ton, dengan sebagian besar material telah dipindahkan ke pelabuhan Surabaya.
Dari total tersebut, 250 ton sudah diangkut ke perusahaan peleburan besi di Surabaya untuk proses daur ulang.
Sisa sekitar 50 ton bangkai masih berada di daratan Banyuwangi dan sedang diproses untuk pemisahan komponen yang dapat didaur ulang.
Bagian kapal yang masih terpendam di dasar laut diperkirakan berjumlah 50 hingga 70 ton, mayoritas merupakan struktur lambung utama.
Jika kondisi cuaca mendukung, tim berharap proses pengangkatan sisa kapal dapat selesai dalam rentang satu minggu ke depan.
Kecelakaan kapal di perairan Indonesia seringkali menimbulkan tantangan logistik dan keselamatan, mengingat kondisi geografis yang luas serta intensitas lalu lintas maritim.
Penemuan tulang manusia menambah beban penyelidikan forensik, karena identifikasi korban dapat memberikan kepastian bagi keluarga yang menanti kabar.
Tim penyelam dan otoritas setempat terus memantau cuaca serta kondisi laut, dengan harapan seluruh proses pengangkatan selesai tanpa insiden tambahan dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan