Media Kampung – 15 April 2026 | Rakyat Pesanggaran berhasil menghentikan upaya penipuan tokek emas senilai dua miliar rupiah yang menargetkan tiga warga Thailand pada Rabu, 15 April 2024.
Insiden terjadi di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, ketika tiga turis Thailand hampir terjebak dalam transaksi palsu.
Penipu menggunakan kendaraan minibus berpelat kuning yang berkeliling sekitar rumah Rendra Bayu Alwana selama tiga puluh menit sebelum dihentikan.
Rendra, pria berusia 47 tahun, mencurigai keberadaan kendaraan tersebut karena akses menuju Sukamade dikenal sulit dan memerlukan tiga jam perjalanan off‑road sejauh dua puluh satu kilometer.
Setelah menghentikan minibus, Rendra menawarkan bantuan dan menanyakan tujuan perjalanan, yang dijawab dalam bahasa Thailand.
Pengemudi mengklaim tujuan mereka adalah Dusun Sukamade, namun Rendra mencurigai motif sebenarnya dengan menggunakan Google Translate untuk menerjemahkan percakapan.
Terjemahan mengungkapkan bahwa mereka tidak mencari tempat wisata, melainkan berniat melakukan transaksi tokek emas.
Rendra kemudian menyarankan para turis menghubungi penjual bernama Ali, yang diklaim sebagai penjual tokek tersebut.
Selama panggilan, Ali tidak dapat menjelaskan identitas atau lokasi penjual secara jelas, memperkuat dugaan penipuan.
Setelah satu jam membujuk, Rendra berhasil meyakinkan ketiga warga Thailand bahwa mereka berada di ambang penipuan besar.
Ia memberi tahu mereka bahwa semua nomor yang terhubung dengan pelaku telah diblokir secara otomatis.
Nilai transaksi yang hampir terjadi mencapai Rp 2 miliar untuk dua ekor tokek emas, masing‑masing dipatok Rp 1 miliar.
Rendra menambahkan bahwa uang belum masuk ke rekening penjual, namun korban kemungkinan sudah memberikan uang muka.
Kasus ini kini telah dilaporkan ke Polsek Pesanggaran untuk ditindaklanjuti secara hukum.
Rendra meyakini pelaku merupakan bagian dari jaringan penipuan yang menguasai bahasa Thailand untuk memanipulasi korban asing.
Modus serupa pernah terjadi sebelumnya ketika warga Yogyakarta berhasil mencegah transaksi tokek di kawasan Sukamade.
Tokek emas yang dimaksud adalah spesies langka yang biasanya dipasarkan dengan harga fantastis, sehingga menjadi incaran penipu.
Wilayah Sukamade memang dikenal sebagai habitat alami tokek, namun akses yang sulit menjadi celah bagi penipu untuk menipu wisatawan.
Pihak kepolisian setempat mengingatkan masyarakat untuk selalu memverifikasi keabsahan transaksi, terutama yang melibatkan barang bernilai tinggi.
Polisi juga menekankan pentingnya melaporkan aktivitas mencurigakan kepada otoritas setempat secepatnya.
Rendra menyatakan rasa syukurnya karena berhasil menghentikan aksi penipuan sebelum kerugian materi terjadi.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan mengajak warga lain untuk lebih waspada terhadap penipuan berbalut wisata.
Kasus ini menambah daftar panjang penipuan yang memanfaatkan lokasi wisata alam sebagai kedok untuk transaksi ilegal.
Pihak berwenang berencana meningkatkan patroli di jalur akses utama menuju Sukamade untuk mencegah kejadian serupa.
Warga Thailand yang selamat dari penipuan tersebut mengucapkan terima kasih kepada Rendra atas bantuan dan kewaspadaannya.
Mereka berjanji akan melaporkan pengalaman ini kepada kedutaan Thailand di Jakarta untuk tindakan diplomatik.
Kasus ini menunjukkan pentingnya peran aktif masyarakat lokal dalam menjaga keamanan dan integritas wilayah wisata.
Dengan kolaborasi antara warga, pihak kepolisian, dan wisatawan, diharapkan Banyuwangi tetap menjadi destinasi aman bagi semua.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan