Media Kampung – 10 April 2026 | Warga Desa Kertamukti, Kabupaten Bekasi, melaporkan penemuan mayat seorang wanita di ruang tamu rumahnya pada Senin (9/4/2026). Korban ditemukan dalam keadaan tergeletak dengan darah mengalir di sekeliling tubuh.
Petugas kepolisian tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan menemukan ruangan dipenuhi bercak darah merah pekat, menandakan adanya pertumpahan darah yang signifikan. Identifikasi awal menunjukkan korban berusia sekitar tiga puluh lima tahun.
Tim forensik Polres Bekasi melakukan pemeriksaan visual dan mengamankan barang bukti, termasuk pakaian korban dan sarung tangan yang berlumuran darah. Penyidik membuka penyelidikan kasus pembunuhan berencana dengan motif yang belum jelas.
Pemeriksaan medis mengungkap luka gores dalam pada leher korban, yang diyakini menjadi penyebab utama kematian. Luka tersebut berukuran sekitar tiga sentimeter dengan tepi yang tidak rata, menunjukkan kemungkinan penggunaan benda tajam.
Seorang tetangga yang memilih tetap anonim menyatakan, ‘Kami mendengar suara teriakan pada malam sebelumnya, namun tidak ada yang menganggapnya serius.’ Ia menambahkan bahwa suasana menjadi tegang setelah penemuan mayat.
Keluarga korban belum dapat dihubungi secara langsung, namun tetangga mengonfirmasi bahwa wanita tersebut dikenal sebagai Ibu Siti, seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama suami dan dua anak. Tidak ada riwayat konflik yang diketahui.
Polisi mengumpulkan sidik jari dari semua orang yang berada di rumah pada hari sebelumnya, termasuk anggota keluarga dan tamu. Hasil analisis laboratorium diharapkan dapat mengidentifikasi DNA asing yang mungkin terkait dengan pelaku.
Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menemukan barang bukti yang mengarah pada motif pencurian atau tindakan balas dendam. Penyidik menegaskan bahwa semua kemungkinan, termasuk kejahatan pribadi, akan dipertimbangkan.
Warga Kertamukti menyatakan keprihatinan atas meningkatnya rasa tidak aman setelah insiden ini. Beberapa penduduk melaporkan rencana untuk meningkatkan ronda malam dan meminta kehadiran aparat keamanan lebih intensif.
Kapolsek Bekasi, Kombes Pol. Andi Prasetyo, menyatakan, ‘Kami akan menyelesaikan penyelidikan secepat mungkin dan memastikan pelaku dipertanggungjawabkan.’ Ia menambahkan bahwa proses otopsi dan pemeriksaan laboratorium masih berlangsung.
Kasus ini menambah catatan kriminalitas di wilayah Jabodetabek yang mengalami peningkatan kasus kekerasan rumah tangga dan pembunuhan dalam beberapa bulan terakhir. Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk melaporkan tanda-tanda kekerasan lebih awal.
Penyelidikan masih terbuka dan pihak kepolisian meminta siapa pun yang memiliki informasi terkait kejadian ini untuk segera menghubungi nomor layanan darurat. Hingga hasil akhir diperoleh, penyelidikan akan terus berlanjut.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






