Media Kampung – Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto, membantah keras keterkaitannya dengan dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga mengaku tidak mengenal mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang kini menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
“Informasi yang beredar itu sama sekali tidak benar. Soal MBG kan sepenuhnya kewenangan pusat. Saya juga tidak kenal dengan Pak Sony Sanjaya,” tegas Sumanto dalam pernyataannya, Kamis (12/6).
Nama Sumanto mencuat setelah Sony Sonjaya menyatakan siap menjadi justice collaborator dan mengungkap sekitar 26 nama yang diduga terlibat dalam praktik jual beli titik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk program MBG. Namun, Sumanto menegaskan bahwa program MBG adalah wewenang pemerintah pusat, sehingga dirinya tidak memiliki kaitan dengan pengelolaan program tersebut.
Kuasa hukum Sony Sonjaya, Krisna Murti, menjelaskan bahwa kliennya memutuskan menjadi justice collaborator karena merasa tertekan oleh “nama-nama besar” yang diduga memerintahkannya menjalankan praktik penyimpangan. “Artinya bahwa selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang menjual, eh dia yang mempermainkan dapur-dapur itu. Padahal menurut Pak Sony bahwa beliau dalam tekanan, ada atensi gitu loh,” kata Krisna, Jumat (6/6).
Krisna menambahkan bahwa pihak yang diduga memberikan tekanan kepada Sony bukanlah orang sembarangan. Meski demikian, ia belum bersedia mengungkap identitas pihak-pihak tersebut ke publik. Nama-nama itu rencananya akan disampaikan Sony saat memberikan keterangan di persidangan.
Krisna juga membantah bahwa Sony adalah otak di balik dugaan korupsi MBG. Menurutnya, Sony hanya menjalankan arahan dari pihak lain yang akan diungkap dalam proses hukum. Saat ini, kondisi Sony disebut masih dalam keadaan syok setelah ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditangkap.
Sementara itu, awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung, Syarief Sulaeman, terkait pengajuan justice collaborator oleh Sony. Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari Syarief.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan