Media Kampung, Palembang – Kabut asap masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (09/10/2026) pagi. Pemantauan aplikasi IQAir pada pukul 04.00 WIB menunjukkan kualitas udara di empat wilayah berada pada level berbahaya. Keempat wilayah tersebut yakni kawasan Musi 2 dengan indeks kualitas udara 691, Demang Lebar Daun 553, Bukit Kecil di sekitar Universitas Sriwijaya (Unsri) 748, serta GP Plm sebesar 320. Sementara itu, kawasan Sukarami mencatat indeks 233 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Tingginya angka tersebut menjadi perhatian karena kabut asap masih mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama pada malam hingga dini hari ketika asap dirasakan semakin pekat.
Seorang warga Palembang bernama Ahmad mengaku kondisi kabut asap yang berlangsung hampir sebulan terakhir semakin menyulitkan keluarganya menjalani aktivitas sehari-hari. Ia mengatakan, anaknya yang masih berusia tiga bulan juga mengalami kesulitan tidur ketika asap semakin pekat pada tengah malam. “Anak saya masih tiga bulan juga sulit tidur karena memang asap ini kalau tengah malam tambah pekat sekali. Hampir sebulan ini parah sekali kabut asap, terlebih lagi tengah malam,” ujar Ahmad. Akibat kondisi tersebut, keluarganya memilih mengurangi aktivitas di luar rumah dan lebih banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan. “Ya, kita tidak lagi beraktivitas di luar rumah. Kita lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah,” katanya.
Ahmad berharap pemerintah bergerak lebih cepat menangani titik-titik kebakaran lahan yang menjadi sumber kabut asap. Menurutnya, penanganan perlu segera dilakukan agar asap tidak semakin tebal dan kondisi udara tidak terus memburuk. “Harapannya, pemerintah bisa segera menangani titik-titik kebakaran lahan supaya kabut asap tidak semakin tebal lagi,” pungkasnya. Kondisi kualitas udara yang masih buruk membuat masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan seperti bayi, anak-anak, lansia, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara belum membaik. Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan juga perlu terus ditingkatkan agar sumber asap dapat dikendalikan dan pencemaran udara di Palembang tidak semakin meluas.













