Media Kampung, Daerah Istimewa Yogyakarta – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data dari Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) pada minggu ke-38 tahun 2026, tercatat sebanyak 13.677 kasus ISPA, bertambah 1.059 kasus dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY, Gregorius Anung Trihadi, menjelaskan bahwa peningkatan kasus ini terjadi di seluruh kabupaten/kota di DIY sejak minggu ke-29 tahun 2026. Kabupaten Sleman menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak. “Sejak minggu ke-29 hingga mencapai puncaknya pada minggu ke-38 tahun 2026, Kabupaten Sleman mencatatkan rekor kasus tertinggi dan paling dominan sepanjang tahun,” jelas Anung.

Di tengah kondisi cuaca yang panas dan kering, Anung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai penyakit saluran pernapasan dan pencernaan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi. “Penyakit yang perlu diwaspadai terutama adalah penyakit saluran pernapasan dan penyakit saluran pencernaan. Pastikan tubuh kita selalu terhidrasi dengan baik,” tambahnya.

Untuk mengurangi risiko terkena ISPA, Anung mengimbau masyarakat agar menggunakan masker saat berada di tempat umum, menghindari paparan asap dan debu, serta membatasi kontak langsung dengan orang yang sedang mengalami flu atau batuk. “Pencegahan ISPA ini meliputi memakai masker saat berada di tempat umum, menghindari paparan asap atau debu, serta memperbanyak asupan vitamin C dan minum air putih agar tidak dehidrasi,” pungkasnya.