Media Kampung – Bibir yang tiba-tiba terasa kering dan pecah-pecah sering dianggap masalah sepele. Padahal, kondisi ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari seperti makan atau berbicara. Lebih dari sekadar kurang minum, bibir pecah-pecah bisa menjadi tanda kondisi medis tertentu yang memerlukan penanganan khusus.

Penyebab Bibir Pecah-Pecah

Secara umum, bibir pecah-pecah disebabkan oleh faktor eksternal seperti paparan sinar matahari, udara kering, dan kebiasaan menjilat bibir. Namun, pada beberapa kasus, kondisi ini juga dipicu oleh masalah internal seperti kekurangan vitamin B, zat besi, atau infeksi di sudut bibir yang dikenal sebagai angular cheilitis.

Baca juga:

Angular Cheilitis: Peradangan di Sudut Bibir

Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa angular cheilitis merupakan peradangan pada sudut bibir yang dapat disebabkan infeksi jamur atau bakteri. Kebiasaan menjilat bibir justru memperburuk kondisi karena air liur membuat area bibir semakin lembap dan memicu pertumbuhan kuman.

Baca juga:

Cara Mengatasi Bibir Pecah-Pecah

  • Penuhi kebutuhan cairan tubuh dengan minum air putih yang cukup.
  • Gunakan pelembap bibir secara rutin, terutama yang mengandung SPF untuk melindungi dari sinar matahari.
  • Hindari kebiasaan menjilat atau menggigit bibir.
  • Konsumsi makanan bergizi untuk mencegah kekurangan vitamin dan mineral.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika bibir pecah-pecah disertai luka di sudut mulut, nyeri hebat, atau tidak kunjung membaik dalam beberapa minggu, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Penanganan sejak dini dapat mencegah infeksi maupun komplikasi yang lebih serius.

Baca juga:

Menjaga kesehatan bibir sebenarnya tidak sulit. Kebiasaan sederhana seperti cukup minum, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin menggunakan pelembap bibir dapat membantu bibir tetap sehat dan nyaman sepanjang hari.