Media Kampung – Kanker serviks masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan wanita di Indonesia. Untuk menekan angka kejadiannya, Puskesmas Banyuanyar bersama RRI Sampang menggelar sosialisasi tentang deteksi dini menggunakan metode skrining HPV DNA. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara rutin.
Dalam dialog interaktif “Indonesia Sehat” yang disiarkan pada Jumat, 26 Juni 2026, dua pakar kesehatan dari Puskesmas Banyuanyar menjelaskan urgensi pencegahan kanker serviks sejak dini. Dokter Puskesmas Banyuanyar, Farmarida Dika Rufaida, menegaskan bahwa kanker serviks sering tidak menunjukkan gejala pada stadium awal. “Kunci utama melawan kanker serviks adalah pemeriksaan sekarang juga. Jangan menunggu ada keluhan, karena skrining bertujuan menemukan virus sebelum berkembang menjadi sel kanker,” ujarnya.
Metode skrining HPV DNA dinilai jauh lebih akurat dibandingkan metode sebelumnya. Tes ini mampu mendeteksi keberadaan virus Human Papillomavirus (HPV) tingkat risiko tinggi yang menjadi penyebab utama kanker leher rahim. Dengan deteksi dini, penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
Koordinator Penyakit Tidak Menular Puskesmas Banyuanyar, ST. Istibsyaroh, menambahkan bahwa fasilitas kesehatan kini semakin mempermudah masyarakat untuk mendapatkan layanan skrining. “Kami di puskesmas terus berupaya memberikan edukasi dan layanan skrining yang nyaman bagi para ibu dan remaja putri. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri secara rutin adalah langkah preventif terbaik untuk menekan angka penderita kanker serviks di wilayah Sampang,” katanya.
Puskesmas Banyuanyar berharap program skrining HPV DNA dapat menjadi gerakan masif di masyarakat. Dengan pencegahan yang tepat dan cepat, angka harapan hidup wanita Indonesia diharapkan semakin meningkat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan