Media Kampung – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak meminta layanan kesehatan di Madinah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua. Permintaan itu disampaikan Wamenhaj saat meninjau kesiapan layanan kesehatan di Madinah, Sabtu (8/6/2026).
Menurut Wamenhaj, jemaah gelombang kedua membutuhkan perhatian khusus karena mereka tiba di Madinah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah di Makkah dan Armuzna. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan tingkat kelelahan fisik yang cukup tinggi.
“Hati-hati, ini gelombang kedua. Mereka pasti sudah capek di sana, sudah berat. Apalagi setelah puncak haji, kemudian nanti kembali ke sini, ada yang menjalankan arbain dan aktivitas lainnya. Itu bisa akumulatif,” ujar Wamenhaj.
Wamenhaj meminta petugas kesehatan tidak hanya menunggu jemaah datang ke fasilitas layanan, tetapi juga aktif melakukan pemantauan kondisi kesehatan di lapangan. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara KKHI Madinah dan tim kesehatan di sektor agar kondisi jemaah dapat dipantau sejak dini.
“Harus standby dan harus aktif. Selain layanan di sini, tim visitasi ke sektor juga harus berjalan,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Wamenhaj meninjau kesiapan layanan kesehatan, ketersediaan obat-obatan, serta dukungan distribusi kebutuhan kesehatan ke berbagai sektor di Madinah. Ia menegaskan bahwa layanan kesehatan harus hadir secara cepat, responsif, dan mampu menjangkau seluruh jemaah, terutama kelompok lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan.
“Pastikan kebutuhan layanan di sini siap, termasuk obat-obatan dan distribusi ke sektor. Jemaah harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat dan baik,” tutur Wamenhaj.
Pada kesempatan yang sama, Wamenhaj menyampaikan apresiasi kepada petugas kesehatan haji yang terus bersiaga memberikan pelayanan selama masa operasional haji. Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk menjaga kondisi fisik agar tetap optimal dalam menjalankan tugas.
“Kami berterima kasih kepada seluruh petugas kesehatan haji. Tetap jaga kesehatan, tetap siaga, dan berikan layanan terbaik untuk jemaah kita,” ujarnya.
Kementerian Haji dan Umrah memastikan penguatan layanan kesehatan di Madinah menjadi bagian penting dalam fase pasca-Armuzna dan pergerakan jemaah gelombang kedua. Selain pelayanan di KKHI, pemantauan kesehatan juga dilakukan melalui sektor dan tim visitasi agar jemaah tetap aman dan terlindungi selama menjalani ibadah di Madinah hingga kembali ke Tanah Air.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan