Media Kampung – Sembilan warga negara Indonesia yang menjadi relawan kemanusiaan dalam misi Global Sumud Flotilla telah resmi dipulangkan ke tanah air setelah menyelesaikan serangkaian tes kesehatan di Turki.

Mereka sempat ditahan oleh militer Israel pada akhir April lalu, namun pada 21 Mei 2026 berhasil dibebaskan dan tiba di Istanbul dengan selamat.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menjelaskan bahwa proses pemulangan mencakup tes kesehatan, pembuatan visa, serta pengumpulan testimoni sebelum keberangkatan kembali ke Indonesia.

Menlu RI Sugiono menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak Turki dan lembaga internasional untuk memastikan seluruh WNI dapat kembali dengan aman.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, menambahkan bahwa kesembilan relawan tersebut sudah mendarat di Istanbul dan menunggu selesainya prosedur administratif.

Konsul Jenderal RI di Istanbul, Darianto, telah bertemu langsung dengan para relawan, sementara Menlu Sugiono melakukan panggilan video yang kemudian diunggah di akun Instagram resmi Kementerian Luar Negeri.

Tes kesehatan yang dilakukan oleh otoritas Turki meliputi pemeriksaan fisik, tes COVID-19, serta evaluasi kondisi medis umum untuk memastikan tidak ada risiko penularan penyakit selama perjalanan.

Setelah hasil tes dinyatakan negatif, tim logistik Kementerian Luar Negeri akan mengatur penerbangan khusus dengan maskapai yang telah bekerja sama, lengkap dengan protokol karantina bila diperlukan.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk melindungi WNI di luar negeri, termasuk memberikan pendampingan hukum dan bantuan medis selama proses repatriasi.

Saat ini, kesembilan relawan masih menunggu persetujuan akhir dari otoritas Turki, namun diperkirakan keberangkatan ke Jakarta dapat dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan.

Kasus ini menegaskan pentingnya jaringan diplomatik Indonesia dalam menangani situasi darurat warga negara, sekaligus memperkuat citra Indonesia sebagai negara yang peduli terhadap keselamatan warganya di wilayah konflik.

Kementerian Luar Negeri akan terus memberikan pembaruan terkait jadwal kepulangan dan langkah selanjutnya, memastikan publik mendapatkan informasi yang akurat dan tepat waktu.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.