Media Kampung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama United Nations Population Fund (UNFPA) tengah menjajaki kerja sama dalam pelaksanaan program Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja (PKRR) di madrasah dan pesantren. Inisiatif ini bertujuan membangun generasi muda yang sehat dan berkarakter sesuai nilai agama dan budaya Indonesia.
Ketua BAZNAS, Sodik Mudjahid, menekankan pentingnya pemahaman kesehatan reproduksi yang tepat bagi santri dan remaja di lembaga pendidikan Islam. Ia menjelaskan bahwa aspek kesehatan reproduksi mencakup pencegahan kekerasan dan seks bebas, serta penguatan nilai budaya dan agama agar tercipta keluarga sakinah.
Sodik menyambut positif tawaran kerja sama dari UNFPA yang sejalan dengan fokus BAZNAS pada bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat dhuafa. Menurutnya, pendidikan kesehatan reproduksi menjadi langkah strategis untuk mengurangi risiko kekerasan seksual dan persoalan sosial yang kerap dialami remaja.
Selain menyasar madrasah dan pesantren, rencana kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung penurunan angka kematian ibu dan bayi di kalangan masyarakat kurang mampu. BAZNAS berkomitmen mengalokasikan dana zakat guna memastikan kelompok fakir miskin memperoleh akses layanan kesehatan yang layak, terutama saat proses persalinan.
“Insyaallah ke depan kita akan adakan MoU melanjutkan yang sudah ada. Sekali lagi untuk mencegah kekerasan seksual, untuk mencegah seks bebas, untuk reproduksi, untuk membangun keluarga sakinah dan juga untuk mencegah darurat dalam kelahiran dan kematian,” ujar Sodik melalui rilis humas BAZNAS.
Sementara itu, Assistant Representative UNFPA, Verania Andria, menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi memberikan edukasi kesehatan reproduksi remaja. Ia menegaskan bahwa program tersebut akan diterapkan sesuai dengan nilai agama, budaya Indonesia, dan peraturan yang berlaku, serta diselenggarakan di lingkungan pendidikan yang aman dan bebas diskriminasi maupun tindakan asusila.
Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman remaja di pesantren dan madrasah tentang kesehatan reproduksi secara menyeluruh dan kontekstual, sekaligus mengurangi berbagai permasalahan sosial yang berpotensi muncul akibat kurangnya edukasi di bidang tersebut.
Ke depan, BAZNAS dan UNFPA akan melanjutkan pembahasan untuk meresmikan kerja sama yang lebih terstruktur dan terintegrasi melalui nota kesepahaman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama membina generasi muda sehat dan berkualitas di lingkungan pendidikan Islam.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan