Media Kampung, Bolivia – Para ilmuwan berhasil mengidentifikasi spesies kucing liar baru di Bolivia, yang pertama kali ditemukan setelah lebih dari satu abad. Kucing kecil ini diberi nama Leopardus tilcayo, berdasarkan nama lokal “tilcayo” yang digunakan masyarakat di daerah Yungas, wilayah pegunungan dekat ibu kota La Paz.

Kucing tilcayo memiliki ukuran yang lebih kecil dari kucing domestik biasa, dengan panjang tubuh sekitar 46 cm dan berat sekitar 1,4 kilogram. Bulunya berwarna coklat muda dengan bercak-bercak gelap menyerupai leopard mini. Habitatnya berada di kawasan hutan awan Yungas, sebuah wilayah pegunungan yang menjadi peralihan antara Pegunungan Andes dan cekungan Amazon di Bolivia timur.

Baca juga:

Penemuan ini merupakan kejadian langka karena spesies kucing liar baru terakhir yang dideskripsikan secara resmi adalah kucing pampas Uruguay pada tahun 1923. Penelitian terhadap tilcayo dimulai sejak tahun 2021 dan dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pada September 2026. Proses identifikasi dilakukan melalui pengujian genom secara menyeluruh terhadap dua individu tilcayo, yang menunjukkan bahwa garis keturunan kucing ini terpisah dari kucing harimau lain sekitar 1,4 juta tahun yang lalu.

Paola Nogales-Ascarrunz, seorang ahli biologi dan penjelajah National Geographic yang menjadi bagian dari tim peneliti, menjelaskan bahwa kucing ini awalnya dianggap sebagai kucing rumah biasa oleh penduduk lokal karena ukurannya yang kecil dan penampilannya yang serupa. Namun, perbedaan pola bulu dan karakteristik fisik lainnya mendorong penelitian lebih lanjut hingga menghasilkan penemuan spesies baru.

Baca juga:

Satu ekor tilcayo jantan saat ini dipelihara di sebuah penampungan satwa di Yungas setelah diserahkan oleh keluarga yang merawatnya. Sedangkan seekor betina berhasil diselamatkan dan dilepaskan kembali ke habitat aslinya setelah mengalami serangan dari warga lokal. Peneliti mengklasifikasikan spesies ini sebagai rentan terhadap kepunahan, mengingat populasi yang masih sangat kecil dan terbatas di wilayah tersebut.

Penemuan Leopardus tilcayo menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan dan konservasi satwa liar, menyoroti keanekaragaman hayati yang masih dapat ditemukan di wilayah pegunungan tropis Amerika Selatan. Upaya pelestarian habitat dan penelitian lanjutan diharapkan dapat mendukung kelangsungan hidup spesies unik ini di alam bebas.

Baca juga: