Media Kampung – Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan pernyataan kontroversial dengan menegaskan bahwa tanpa dukungan Amerika Serikat, Israel tidak akan pernah berdiri. Pernyataan ini disampaikan di tengah kritik tajamnya terhadap operasi militer Israel di Lebanon yang dinilai telah menimbulkan terlalu banyak korban sipil.
Dalam pernyataannya, Trump menyarankan agar Israel menyerahkan penanganan Hizbullah kepada Suriah. Menurutnya, Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa lebih mampu menghadapi kelompok tersebut tanpa menimbulkan banyak korban jiwa.
Trump secara terbuka mengecam Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam KTT G7 di Prancis, Selasa (16/6/2026). Ia menyebut serangan udara Israel di Beirut pada 14 Juni sebagai ‘kejam’ dan ‘berlebihan’. Serangan itu menewaskan sedikitnya tiga orang, termasuk seorang komandan senior Hizbullah, dan melukai lebih dari selusin warga.
“Anda tidak perlu merobohkan gedung apartemen setiap kali mencari seseorang, karena banyak orang di dalamnya yang bukan anggota Hizbullah,” ujar Trump, seperti dikutip dari AFP.
Trump juga menegaskan bahwa Israel berutang keberadaannya kepada Washington. “Tanpa Amerika Serikat, tidak akan ada Israel. Tanpa saya, tidak akan ada Israel, karena tidak ada presiden lain yang bersedia melakukan apa yang saya lakukan,” katanya.
Meski mengkritik, Trump mengaku tetap memiliki hubungan baik dengan Netanyahu. Ia meminta Netanyahu agar lebih bertanggung jawab terhadap Lebanon dan menghentikan serangan yang dinilai menghambat perdamaian dengan Iran.
Trump menyebut konflik di Lebanon sebagai ‘perang kecil’ yang tidak akan mempengaruhi kesepakatan damai dengan Iran. Namun, ia menekankan bahwa Israel harus segera mengakhiri operasi militernya.
Pernyataan Trump memicu reaksi beragam dari pengamat geopolitik. Sebagian menilai saran untuk melibatkan Suriah dapat mengubah peta aliansi di kawasan. Sementara itu, rezim yang dipimpin HTS di Suriah telah menolak peran militer di Lebanon dan lebih mendukung penguatan lembaga negara Lebanon.
Hingga saat ini, Netanyahu belum menanggapi secara terbuka kritik Trump maupun kesepakatan AS-Iran yang akan ditandatangani di Swiss pada Jumat mendatang.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan