Media Kampung – Putri Thailand Bajrakitiyabha meninggal dunia pada Kamis, 11 Juni 2026, pukul 19.48 waktu setempat di Chulalongkorn Hospital. Ia telah berada dalam kondisi koma selama lebih dari tiga tahun setelah kolaps saat berolahraga pada Desember 2022. Tim medis menyatakan penyebabnya adalah gangguan irama jantung serius akibat infeksi mycoplasma pada jantungnya.

Putri Bajrakitiyabha adalah anak sulung dari Raja Maha Vajiralongkorn dan lahir pada 7 Desember 1978 dari istri pertama, Soamsawali. Ia dikenal sebagai figur berprestasi dengan karier di bidang hukum dan diplomasi. Ia meraih dua gelar pascasarjana dari Cornell University, pernah bekerja di misi Thailand untuk PBB di New York, dan menjabat Duta Besar Thailand untuk Austria pada 2012–2014. Ia juga aktif mendorong reformasi sistem pemasyarakatan, khususnya bagi perempuan rentan, dan ditunjuk sebagai Duta Besar UNODC untuk Penegakan Hukum di Asia Tenggara.

Kepergian Putri Bajrakitiyabha meninggalkan tanda tanya besar mengenai suksesi takhta Thailand. Raja Vajiralongkorn yang kini berusia 73 tahun belum menunjuk ahli waris resmi. Meskipun tradisi kerajaan mengutamakan ahli waris laki-laki, amandemen konstitusi 1974 memungkinkan perempuan naik takhta. Putra kelima raja, Dipangkorn Rasmijoti, selama ini dianggap sebagai calon paling mungkin, namun banyak pihak meragukan kemampuannya. Putri Bajrakitiyabha sebelumnya dipandang sebagai sosok paling menjanjikan untuk menggantikan ayahnya, baik sebagai ratu maupun wali bagi Pangeran Dipangkorn. Diskusi publik mengenai suksesi sangat terbatas karena ketatnya undang-undang penghinaan terhadap kerajaan (lese majeste).

Pihak kerajaan menyatakan bahwa tim medis telah memberikan perawatan terbaik, namun kondisi sang putri terus memburuk secara bertahap. Dengan kepergiannya, Thailand kehilangan salah satu anggota kerajaan yang paling berprestasi dan berpotensi memainkan peran penting dalam suksesi takhta.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.