Media Kampung – Perbedaan sikap antarnegara Uni Eropa dalam menghadapi Rusia semakin nyata. Polandia secara tegas menolak format dialog yang hanya melibatkan negara-negara Eropa Barat, menandai keretakan di jantung Eropa. Perdana Menteri Polandia Donald Tusk menyatakan bahwa Warsawa harus dilibatkan dalam setiap negosiasi terkait penyelesaian konflik Ukraina.

Tusk mengkritik format E3 yang hanya melibatkan Inggris, Prancis, dan Jerman. Menurutnya, keputusan yang dibuat tanpa partisipasi Polandia tidak akan mengikat negaranya. Sikap ini muncul di tengah meningkatnya dorongan dari sejumlah pemimpin Eropa untuk membuka kembali dialog dengan Moskow.

Di sisi lain, tiga negara besar Eropa—Inggris, Prancis, dan Jerman—justru mendukung usulan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk menggelar perundingan gencatan senjata langsung dengan Rusia. Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan di London pada Minggu, 7 Juni 2026, yang juga dihadiri Zelensky.

Pernyataan bersama ketiga negara itu menekankan pentingnya keterlibatan internasional, termasuk Amerika Serikat dan Eropa, dalam mewujudkan gencatan senjata dan negosiasi lebih lanjut. Namun, langkah ini tidak melibatkan Polandia dan sejumlah negara Eropa Timur lainnya yang selama ini menjadi pendukung utama Ukraina.

Di tengah perdebatan ini, Profesor Universitas Norwegia Tenggara, Glenn Diesen, memperingatkan bahwa serangan terhadap wilayah Rusia tidak akan memaksa Moskow menyerah. Ia menilai harapan tersebut tidak realistis dan justru berisiko meningkatkan eskalasi konflik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengkritik Uni Eropa yang terus memberikan dukungan pendanaan kepada Ukraina. Menurutnya, kebijakan tersebut menunjukkan bahwa negara-negara Eropa belum memprioritaskan penyelesaian damai.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa pengiriman senjata ke Ukraina akan dianggap sebagai target sah oleh militer Rusia. Rusia menilai pasokan senjata Barat hanya memperpanjang konflik tanpa mengubah posisi strategis Moskow.

Perang Rusia-Ukraina yang telah memasuki tahun kelima terus menjadi sumber ketegangan antara Moskow dan negara-negara Barat. Perbedaan pendapat di antara negara-negara Eropa mengenai cara terbaik menangani Rusia semakin terbuka, dengan Polandia menjadi salah satu suara paling keras yang menolak pendekatan eksklusif Eropa Barat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.