Media Kampung – Sekretaris Pertahanan AS, Pete Hegseth, baru-baru ini memberikan pernyataan penting mengenai kebijakan Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik, dengan menyoroti peran Presiden Donald Trump dalam meredakan ketegangan antara India dan Pakistan. Dalam pidatonya di Shangri-La Dialogue di Singapura, Hegseth menekankan bahwa Trump telah membantu mencapai kesepakatan damai antara dua negara bersenjata nuklir tersebut.

Hegseth juga menyatakan bahwa Amerika Serikat mengharapkan negara-negara sekutunya di Asia untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan mereka. Dia mencatat adanya ‘alarm yang tepat’ terkait pembangunan militer China yang cepat dan perluasan aktivitas militernya di kawasan tersebut. “Kekuatan yang lebih kuat dan mandiri dari sekutu adalah kunci untuk deterrence,” ujarnya.

Dalam konteks hubungan China-AS, Hegseth menegaskan bahwa peningkatan komunikasi antara militer kedua negara telah terjadi, meskipun tantangan tetap ada. Dia mengingatkan bahwa dominasi oleh negara mana pun, termasuk China, dapat meruntuhkan keseimbangan kekuatan regional.

Hegseth menyebutkan bahwa negara-negara seperti Jepang, Filipina, dan Vietnam diharapkan dapat berkomitmen untuk pengeluaran pertahanan sebesar 3,5 persen dari PDB mereka. Hal ini sejalan dengan upaya AS untuk berinvestasi $1,5 triliun dalam kekuatan militernya.

Selain itu, Hegseth juga menyoroti pentingnya stabilitas di kawasan, bukan eskalasi konflik, dan menekankan bahwa sekutu AS ingin melihat kekuatan yang disiplin dan kepemimpinan yang percaya diri.

Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz menjadi perhatian utama, di mana Hegseth memberikan peringatan bahwa AS siap untuk melanjutkan serangan militer terhadap Iran jika negosiasi yang sedang berlangsung gagal. Kondisi ini mencerminkan ketegangan yang terus berlanjut di wilayah tersebut dan dampaknya terhadap keamanan global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.