Media Kampung – Roket New Glenn milik Blue Origin mengalami ledakan dramatis saat uji coba di peluncuran di Cape Canaveral pada malam Kamis, 28 Mei 2026. Insiden ini menjadi hambatan bagi perusahaan luar angkasa yang didirikan oleh Jeff Bezos, dalam upayanya untuk mengejar ketertinggalan dari SpaceX yang dipimpin oleh Elon Musk.
Video yang disiarkan oleh Media Kampung menunjukkan ledakan besar terjadi pada sekitar pukul 21:00 ET (02:00 GMT hari Jumat), saat roket New Glenn menyala di landasan peluncuran, menghasilkan bola api yang membubung tinggi ke langit. Blue Origin mengonfirmasi bahwa mereka telah mengalami ‘anomaly’, istilah umum yang digunakan oleh perusahaan roket untuk menggambarkan kegagalan peluncuran atau ledakan.
Dalam sebuah unggahan di platform X, perusahaan tersebut menyatakan, “Kami mengalami anomali saat uji coba hotfire hari ini. Semua personel telah terdeteksi aman. Kami akan memberikan pembaruan seiring dengan berkembangnya informasi yang kami dapatkan.” Uji coba hotfire adalah saat mesin roket dinyalakan saat terikat di tanah.
Jeff Bezos menyatakan bahwa masih terlalu awal untuk mengetahui penyebab pasti dari insiden ini. Ia mengakui, “Hari yang sangat sulit, tetapi kami akan membangun kembali apa pun yang perlu dibangun dan kembali terbang. Itu semua sepadan.” Blue Origin sebelumnya telah mengumumkan persiapannya untuk meluncurkan 48 satelit Amazon Leo ke orbit rendah Bumi, sebagai bagian dari upaya membangun jaringan broadband yang bersaing dengan jaringan Starlink milik Musk, meskipun tidak memberikan tanggal peluncuran.
Perusahaan tersebut telah menghabiskan miliaran dolar dan waktu sekitar satu dekade untuk mengembangkan roket New Glenn, yang setinggi 29 lantai dengan tahap pertama yang dapat digunakan kembali, yang dirancang untuk bersaing dengan armada Falcon milik SpaceX dan roket Starship yang lebih kuat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan