Media KampungIRGC klaim menyerang pangkalan udara AS di Kuwait pada Kamis dini hari 28 Mei 2026 sebagai balasan atas operasi militer AS di Bandar Abbas. Serangan tersebut menambah ketegangan di Selat Hormuz yang sudah memanas.

Menurut pernyataan IRGC yang disiarkan di IRIB, serangan diluncurkan pukul 04:50 waktu setempat, namun lokasi tepat pangkalan tidak diungkapkan. IRGC menegaskan aksi itu sebagai respons terhadap serangan udara AS yang menargetkan fasilitas militer Iran di selatan.

Kuwait, sebagai tuan rumah pangkalan AS, melaporkan berhasil mencegat rudal balistik dan drone yang diklaim diluncurkan Iran, menyatakan semua ancaman berhasil dihalau oleh sistem pertahanan udara mereka. CENTCOM AS mencatat Iran meluncurkan lima drone bunuh diri di sekitar Selat Hormuz, yang semuanya dicegat.

Serangan balasan Iran terjadi setelah AS menembak jatuh drone Iran di Selat Hormuz dan menyerang instalasi militer di Bandar Abbas pada hari sebelumnya. Kedua belah pihak menyebut tindakan masing-masing sebagai upaya mempertahankan gencatan senjata yang rapuh sejak 8 April.

Pejabat militer AS menyebut aksi Iran sebagai pelanggaran serius terhadap gencatan senjata, sementara Iran menuduh AS melanggar kedaulatan dan menimbulkan ancaman keamanan regional. Pihak Kuwait menegaskan kesiapan pertahanan udara untuk menghadapi ancaman lebih lanjut.

Konflik ini meningkatkan risiko eskalasi di jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi titik penting bagi perdagangan energi dunia, dan memicu keprihatinan komunitas internasional akan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.