Media Kampung – Pemerintah Iran mengumumkan adanya draf kerangka awal nota kesepahaman dengan Amerika Serikat terkait pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Informasi ini disampaikan melalui televisi pemerintah Iran pada Kamis, 28 Mei 2026, dan menjadi titik penting dalam negosiasi kedua negara.

Draf kesepakatan tersebut mencakup penghentian blokade angkatan laut AS terhadap Iran dan penarikan pasukan militer AS dari wilayah sekitar Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan mengembalikan aktivitas pelayaran komersial di Selat Hormuz ke tingkat sebelum perang dalam waktu satu bulan, dengan pengecualian kapal militer yang tidak termasuk dalam perjanjian.

Pengelolaan lalu lintas kapal di Selat Hormuz nantinya akan dilakukan bersama oleh Iran dan Oman, mengingat lokasi ini merupakan jalur distribusi minyak dan gas yang sangat strategis bagi dunia. Ketegangan di kawasan sebelumnya sempat mengganggu pelayaran internasional dan stabilitas pasar energi global.

Kerangka kesepakatan yang disebut sebagai memorandum Islamabad ini masih bersifat rancangan dan belum final. Iran menegaskan tidak akan mengambil langkah tanpa verifikasi nyata dan menyatakan jika kesepakatan akhir dicapai dalam 60 hari, maka pengaturan tersebut akan diresmikan sebagai resolusi mengikat Dewan Keamanan PBB.

Proses diplomasi antara Iran dan AS masih terus berlangsung di tengah situasi ketegangan di kawasan yang belum mereda. Perkembangan negosiasi ini menjadi sorotan dunia internasional karena berpotensi mengubah dinamika keamanan dan ekonomi di wilayah Selat Hormuz.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.