Media Kampung – Perundingan teknis antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan dan Qatar di Burgenstock, Swiss, pada 21 Juni lalu dinyatakan gagal setelah komentar Presiden Trump di media sosial. Di tengah kegagalan tersebut, Iran dan Oman justru mengambil langkah strategis dengan membentuk komite bersama untuk membahas Selat Hormuz.
Komite Bersama Iran-Oman
Ketua Parlemen Iran sekaligus kepala negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengumumkan pembentukan komite bersama tersebut pada Selasa (23/6). “Setelah kunjungan delegasi ke Muscat, Iran dan Oman telah membentuk komite bersama untuk dialog mengenai Selat Hormuz, yang rinciannya akan dipublikasikan dalam pernyataan bersama,” tulis Ghalibaf di Telegram. Sebelumnya, otoritas Iran menyatakan sedang mengembangkan mekanisme pelayaran di Selat Hormuz bersama Oman.
Nota Kesepahaman Iran-AS
Pekan lalu, Iran dan Amerika Serikat menandatangani secara daring nota kesepahaman yang mengatur penghentian konflik militer yang dimulai pada 28 Februari. Dokumen tersebut juga menetapkan jadwal bagi AS untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta bagi Iran untuk memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Sikap Qatar
Menteri Luar Negeri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menegaskan bahwa dialog dengan Iran tetap diperlukan untuk menjamin keamanan dan stabilitas kawasan, meskipun ia menyebut sejumlah perkembangan terbaru yang melibatkan Qatar dan negara-negara Teluk lainnya sebagai sesuatu yang “tidak dapat diterima.” Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Al Thani mengatakan Doha menginginkan visi bersama negara-negara Teluk serta kerangka keamanan regional baru yang mampu menjamin stabilitas dan mencegah krisis di masa depan. Ia juga menekankan bahwa stabilitas kawasan tidak akan terwujud tanpa penyelesaian yang adil terhadap isu Palestina.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan