Media Kampung – 17 April 2026 | Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengumumkan langkah strategisnya pada Kamis 16 April 2026, termasuk menawarkan peran mediasi dalam kasus dugaan penistaan agama terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla, merekrut kader Partai NasDem, serta mengadakan pertemuan tertutup dengan Duta Besar Iran.
Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, menyatakan bahwa Jusuf Kalla menghubungi dirinya untuk membahas laporan yang diajukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) ke Polda Metro Jaya, dan ia bersedia menjadi penengah antara pihak terkait.
Ahmad Ali menegaskan kedekatannya dengan kedua pihak, mengingat ia dan JK sama-sama menjadi pengurus Dewan Masjid Indonesia, sementara Sahat Martin Philip Sinurat, ketua GAMKI, juga menjabat sebagai Ketua Bidang Politik di PSI.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengatur pertemuan mediasi agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara damai,” ujar Ahmad Ali dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Solo, Jawa Tengah.
PSI menolak terlibat secara institusional dalam laporan GAMKI, menegaskan bahwa tindakan pelaporan merupakan inisiatif pribadi Sahat dan organisasi GAMKI, bukan perintah partai.
Kaesang Pangarep, Ketua Umum PSI, mengingatkan kader untuk tidak menanggapi pernyataan JK yang sempat menimbulkan kontroversi, sekaligus menghormati hak GAMKI untuk menempuh jalur hukum.
Dalam rangka memperkuat basis politiknya, juru bicara PSI I Putu Yoga Saputra mengonfirmasi adanya komunikasi intensif dengan sejumlah kader Partai NasDem yang akan bergabung dalam waktu dekat, meski pengumuman resmi masih menunggu momen yang tepat.
Yoga menambahkan bahwa proses perekrutan melibatkan tokoh nasional maupun lokal, dan hasilnya akan diumumkan pada agenda internal partai seperti Rakorwil dan Rakorda di tingkat kabupaten.
Grace Natalie, Ketua Dewan Pembina PSI, sebelumnya menyatakan harapannya bahwa banyak tokoh dari partai lain akan bergabung, menegaskan pentingnya proses dan waktu dalam integrasi kader baru.
Pertemuan PSI dengan Duta Besar Iran, Mohammad Boroujerdi, berlangsung tertutup di gedung DPP PSI di Jakarta, dihadiri Kaesang Pangarep dan sejumlah kader partai.
Kaesang menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Iran atas kepemimpinan baru serta menyampaikan harapan agar kapal tanker Pertamina dapat melintasi Selat Hormuz tanpa hambatan teknis.
Duta Besar Iran menanggapi positif, menyatakan bahwa masalah teknis akan segera diselesaikan, dan menambahkan doa serta harapan terbaik bagi PSI.
Furqan AMC, Direktur Penggalangan Relawan DPP PSI, menegaskan bahwa kunjungan tersebut mencerminkan solidaritas PSI terhadap situasi di Iran dan kawasan sekitarnya, sejalan dengan nama partai yang menekankan kepedulian internasional.
Sementara itu, PSI menolak tudingan bahwa partai memerintahkan pelaporan JK, menegaskan bahwa keputusan pelaporan adalah tanggung jawab pribadi Sahat sebagai anggota GAMKI, bukan arahan partai.
Ahmad Ali menambahkan bahwa DPP PSI telah mengingatkan semua kader untuk tidak terlibat dalam tindakan pelaporan, namun tetap menghargai kebebasan organisasi pra-PSI dalam mengekspresikan pendapat mereka.
Dengan serangkaian tindakan tersebut, PSI memperlihatkan strategi politik yang menggabungkan mediasi internal, ekspansi kader, dan diplomasi luar negeri, sekaligus berupaya menstabilkan citra partai di tengah dinamika politik nasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan