Media KampungAmerika Serikat dan Republik Islam Iran dikabarkan telah mencapai kesepakatan awal yang memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kesepakatan ini menjadi imbalan atas komitmen Iran untuk memusnahkan uranium yang diperkaya tinggi miliknya, sebagaimana dilaporkan oleh media AS New York Times pada akhir Mei 2026.

Kesepakatan awal tersebut tidak mencakup isu pasokan rudal Iran maupun moratorium pengayaan uranium, dan hal ini diharapkan dapat dibahas pada putaran pembicaraan selanjutnya. Seorang pejabat Washington yang dikutip menyatakan bahwa AS mungkin akan memberikan pelonggaran sanksi jika Iran melakukan konsesi terkait pengelolaan uranium yang diperkaya tinggi.

Pejabat tersebut juga menilai langkah Iran sebagai akomodasi serius yang belum pernah terlihat dalam negosiasi sebelumnya. Selain itu, AS menolak gagasan adanya mekanisme “tarif tol” untuk Selat Hormuz, menyebut pengaturan semacam itu tidak dapat diterima dan belum pernah diusulkan oleh kedua belah pihak.

Lebih lanjut, laporan lain menyebutkan bahwa kesepakatan yang dicapai dianggap lebih kuat dibandingkan perjanjian nuklir 2015 pada masa pemerintahan sebelumnya. Sebagai bagian dari kesepakatan ini, AS akan mencabut blokade terhadap kapal yang masuk dan keluar pelabuhan Iran, sekaligus berkoordinasi dengan mitra regional dan Komando Pusat AS (CENTCOM) untuk menjamin keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam proses negosiasi, beberapa tokoh penting dari AS seperti Wakil Presiden JD Vance, Utusan AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff, serta penasihat dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner, terlibat aktif. Upaya tersebut juga mencakup pelibatan sekutu regional untuk mendukung kesepakatan yang berpotensi mengurangi ketegangan di kawasan Teluk.

Sampai saat ini, Gedung Putih maupun pihak Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kesepakatan awal ini. Namun, kesepakatan tersebut menandai perkembangan penting dalam hubungan kedua negara yang selama ini penuh ketegangan, khususnya terkait keamanan dan kelancaran jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.