Media Kampung – Arus pelayaran di Selat Hormuz kini kembali normal setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad secara elektronik pekan lalu. Kesepakatan ini mengakhiri konflik bersenjata yang berlangsung sejak 28 Februari 2026 dan membuka kembali jalur vital bagi pasokan minyak global.
Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB di Jenewa, Ali Bahreini, memastikan bahwa Selat Hormuz sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal dagang internasional. “Selat itu sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal, termasuk kapal dagang,” ujarnya pada Selasa (23/6). Bahreini menambahkan bahwa volume pengiriman minyak dalam jumlah besar telah melewati selat tersebut dalam beberapa hari terakhir tanpa hambatan berarti.
Isi Kesepakatan Islamabad
MoU Islamabad mengatur tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut di pelabuhan Iran. Sebagai imbalan, Iran memulihkan keamanan dan kelancaran lalu lintas pelayaran di kawasan Selat Hormuz. Proses negosiasi teknis untuk mematangkan implementasi perjanjian dilanjutkan di Swiss pada 21 Juni 2026, dengan mediasi intensif dari pemerintah Pakistan dan Qatar.
Dampak terhadap Pasar Energi
Kepastian terbukanya Selat Hormuz membawa angin segar bagi pasar energi dunia. Laporan kantor berita Anadolu mencatat lonjakan tajam volume lalu lintas kapal komersial di kawasan tersebut pasca pemberlakuan kesepakatan, mencapai level tertinggi sejak awal Juni 2026. Sebelumnya, ketegangan militer di selat strategis ini sempat memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan minyak global.
Dengan normalisasi jalur pelayaran, kapal-kapal minyak kini dapat melenggang bebas tanpa ancaman blokade atau serangan militer. Kondisi ini diharapkan dapat menstabilkan harga minyak dunia dan memulihkan kepercayaan pelaku pasar terhadap keamanan rantai pasok energi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan