Media Kampung – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan damai dengan Iran hampir mencapai tahap final. Kesepakatan ini diperkirakan akan mengakhiri konflik antara kedua negara, membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz yang vital, serta mengatur penanganan uranium dengan tingkat pengayaan tinggi milik Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, pembicaraan antara AS dan Iran terus berjalan intens. Trump menyebut proses negosiasi berjalan dengan tertib dan konstruktif. Ia bahkan menginstruksikan tim negosiasi untuk tidak terburu-buru menandatangani kesepakatan karena waktu masih berpihak pada AS. Pernyataan ini mengindikasikan perubahan sikap dari Trump yang sebelumnya menuntut penyerahan tanpa syarat dari Iran.

Menurut sejumlah pejabat kawasan yang dikutip Associated Press, detail teknis dan jadwal pelaksanaan kesepakatan masih dibahas lebih lanjut. Namun, Iran belum secara terbuka menyatakan kesediaannya menyerahkan persediaan uranium berpengayaan tinggi, yang menjadi salah satu tuntutan utama AS. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menilai kemajuan yang dicapai sudah signifikan dan meyakinkan dunia bahwa Iran tidak akan mengembangkan senjata nuklir.

Situasi ini juga mendapat perhatian dari negara-negara sekutu AS di kawasan. Trump telah melakukan komunikasi intensif dengan para pemimpin Israel dan negara-negara Teluk untuk membahas opsi-opsi dalam negosiasi. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel akan mempertahankan kebebasan bertindak untuk menghadapi ancaman di wilayahnya, termasuk Lebanon, yang mendapat dukungan dari AS.

Media Iran melaporkan bahwa draf kesepakatan tersebut mencakup komitmen bersama agar AS dan sekutunya tidak menyerang Iran maupun kelompok yang berafiliasi. Sebagai imbalannya, Iran berjanji tidak melakukan serangan pendahuluan, menandakan peluang terjadinya stabilitas regional yang lebih baik.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menunjukkan kepercayaan diri Iran dalam negosiasi tersebut dengan mengunggah simbol sejarah yang menandakan kemenangan Persia atas Romawi. Hal ini mengindikasikan Iran memandang proses negosiasi sebagai pencapaian strategis di tengah tekanan militer dan sanksi ekonomi.

Trump mengonfirmasi bahwa kesepakatan yang akan ditandatangani harus memenuhi semua tuntutan AS, termasuk menangani uranium Iran secara memuaskan. Ia menegaskan hubungan antara AS dan Iran kini lebih profesional dan produktif, namun tetap menolak pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Meski belum ada pengumuman resmi dari Gedung Putih, perkembangan ini menjadi sinyal kuat bahwa babak baru hubungan AS-Iran tengah terbuka. Kesepakatan yang hampir rampung ini berpotensi mengakhiri salah satu konflik paling kompleks dan berdampak luas di kawasan Timur Tengah.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.