Media Kampung – Kapal induk tercanggih Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, akhirnya kembali ke pelabuhan di Virginia pada Sabtu, 16 Mei 2026, setelah hampir setahun beroperasi di laut dan gagal meraih kemenangan dalam konflik militer melawan Republik Islam Iran. Kapal induk terbaru dan terbesar di armada AS ini menjalani penugasan operasional terpanjang sejak Perang Vietnam.

Selama masa penugasan yang berlangsung sejak Juni tahun lalu, USS Gerald R. Ford terlibat dalam berbagai operasi militer, termasuk penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan misi di Timur Tengah terkait perang Iran. Kapal ini juga sempat mengalami beberapa insiden teknis, seperti kebakaran di area laundry yang berlangsung selama 30 jam pada bulan Maret dan masalah berulang pada sistem pipa ledeng dan toilet yang mempengaruhi kenyamanan kru selama pelayaran.

Kebakaran tersebut menyebabkan sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur dan fasilitas cuci, menambah beban bagi kru yang bertugas. Meskipun begitu, tidak ada korban luka serius akibat insiden tersebut. Keluarga para pelaut menyambut kepulangan kapal dengan kelegaan setelah menjalani tahun yang penuh ketegangan. Amini Osias, ayah dari seorang teknisi listrik penerbangan yang bertugas di Ford, mengatakan kepada Media Kampung bahwa kini ia dapat bernapas lega dan kembali menjalani aktivitas normal bersama putrinya.

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk dengan teknologi paling maju yang dimiliki AS, dilengkapi dengan sistem ketapel elektronik yang mampu meluncurkan berbagai jenis pesawat, mulai dari drone kecil hingga jet tempur besar. Kapal senilai 13 miliar dolar AS ini memberikan fleksibilitas dalam operasi militer, termasuk saat mendukung misi penangkapan Maduro di Karibia dan mengirimkan gelombang pesawat tempur ke medan perang Iran.

Setelah meninggalkan Virginia, kapal ini sempat berlayar melintasi Atlantik, mengunjungi Mediterania hingga Norwegia sebelum akhirnya dialihkan ke Karibia dan kemudian ke Timur Tengah. Misi di Iran menjadikan USS Gerald R. Ford sebagai platform utama dalam mengirim dukungan udara ke medan perang. Namun, operasi tersebut tidak berhasil membawa kemenangan yang diharapkan oleh pihak militer AS.

Kepulangan USS Gerald R. Ford menandai berakhirnya fase penugasan yang panjang dan penuh tantangan, baik dari sisi operasional maupun teknis. Saat ini, kapal induk tersebut berada dalam proses evaluasi dan pemeliharaan untuk mempersiapkan misi berikutnya. Bagi keluarga pelaut, kembalinya kapal ini menjadi momen penting setelah periode ketidakpastian dan tekanan tinggi selama bertugas di berbagai medan konflik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.