Media Kampung – Menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Armuzna, Musyrif Dini meningkatkan pendampingan bagi jemaah perempuan untuk memastikan kesiapan fisik, mental, dan ibadah mereka. Kegiatan ini mulai dilakukan sejak Jumat, 16 Mei 2026, sebagai bentuk dukungan agar seluruh rangkaian ibadah haji berjalan dengan lancar.
Lilik Nur Kholidah, Musyrif Dini dari PP Muslimat Nahdlatul Ulama, mengungkapkan pentingnya pendampingan khusus bagi jemaah perempuan yang mencapai 56 persen dari total jemaah haji Indonesia. Ia menekankan bahwa edukasi terkait rukun, wajib, dan tata cara pelaksanaan ibadah sesuai syariat menjadi fokus utama dalam sosialisasi yang dilakukan langsung di hotel dan sektor pemondokan para jemaah.
“Kami diberi tugas menjadi Musyrif Dini haji 2026,” ujar Lilik, sembari menegaskan bahwa pemahaman aturan ibadah sangat krusial bagi jemaah agar ibadah berjalan sesuai ketentuan.
Senada dengan itu, Musyrif Dini Rohimi Zam Zam dari PP Aisyiah mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik menjelang Armuzna. Ia menilai stamina yang terjaga menjadi faktor utama kelancaran ibadah hingga puncak wukuf di Arafah. “Jaga fisik sampai titik puncak wukuf,” tuturnya.
Pendampingan juga difokuskan pada kelompok jemaah lanjut usia, mereka yang memiliki risiko tinggi, serta penyandang disabilitas. Selain aspek fisik, penguatan mental dan psikis menjadi perhatian agar jemaah perempuan tetap kuat dan mampu menjalankan ibadah dengan baik. Rohimi mengimbau jemaah untuk cukup beristirahat agar kondisi mental tetap stabil selama proses ibadah haji berlangsung.
Keberadaan Musyrif Dini diharapkan dapat membantu mempersiapkan jemaah perempuan dari berbagai sisi, terutama dalam hal ibadah dan kesehatan. Pendampingan ini menjadi salah satu upaya untuk mendukung kelancaran ibadah haji sekaligus mencapai kemabruran bagi seluruh jemaah Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan