Media KampungKapal induk tercanggih Amerika Serikat, USS Gerald R. Ford, akhirnya kembali ke pelabuhan di Virginia setelah menjalani penugasan hampir setahun yang mencakup operasi militer di Iran dan penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Misi ini berakhir tanpa keberhasilan signifikan dalam perang melawan Republik Islam Iran.

Setelah meninggalkan Virginia pada Juni tahun lalu, USS Gerald R. Ford melintasi Samudra Atlantik, menjalani perjalanan yang semula dijadwalkan ke Laut Mediterania dan Norwegia. Namun, kapal induk terbesar dan terbaru milik AS ini dialihkan ke Karibia untuk mendukung operasi penangkapan Maduro pada Januari. Selanjutnya, Ford diperintahkan menuju Timur Tengah untuk berpartisipasi dalam operasi militer di Iran.

Selama penugasannya, kapal induk bernilai 13 miliar dolar AS ini mengalami sejumlah tantangan teknis, termasuk kebakaran di area laundry pada Maret yang memakan waktu sekitar 30 jam untuk dipadamkan. Kebakaran ini mengakibatkan sekitar 600 pelaut kehilangan akses ke tempat tidur mereka sementara waktu, meskipun tidak ada korban luka serius. Selain itu, kapal juga menghadapi masalah berulang pada sistem pipa ledeng dan toilet yang mengharuskan perbaikan di pelabuhan.

Walaupun USS Gerald R. Ford dilengkapi dengan sistem ketapel elektronik canggih yang memungkinkan peluncuran berbagai jenis pesawat mulai dari drone kecil hingga jet tempur besar, keberadaan dan kemampuan teknisnya tidak cukup untuk membawa kemenangan dalam konflik di Iran. Kapal ini sempat menjadi pusat berbagai operasi militer di bawah kebijakan Presiden Donald Trump, termasuk peluncuran misi udara dari kapal tersebut.

Veteran Angkatan Laut Brent Sadler menyatakan bahwa kemampuan USS Gerald R. Ford memberikan opsi daya tembak yang lebih beragam dibandingkan dengan kapal induk AS lainnya. Namun, sejumlah permasalahan teknis dan operasi yang menantang membuat kapal ini tidak mampu memenuhi ekspektasi keberhasilan dalam perang Iran.

Setelah menyelesaikan peranannya dalam operasi di Timur Tengah, USS Gerald R. Ford mulai meninggalkan Laut Mediterania dan memasuki Samudra Atlantik menuju pangkalan asalnya pada awal Mei 2026. Kepulangan kapal induk ini menandai berakhirnya penugasan operasional terpanjang sejak Perang Vietnam yang sekaligus menjadi catatan penting dalam sejarah angkatan laut Amerika Serikat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.