Media Kampung – Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Korea menandatangani kesepakatan pada 22 April 2026 untuk memperkuat penanggulangan Dalkarhutla melalui pembangunan Forest and Land Fire Management Centre di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.

MoU tersebut melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia serta Kementerian Lingkungan Hidup Korea, yang berkomitmen menyediakan teknologi, pelatihan, dan pendanaan bersama.

Center yang akan dibangun memiliki fungsi utama sebagai pusat pemantauan kebakaran hutan, analisis data satelit, serta koordinasi respon cepat antara tim pemadam kebakaran lokal dan ahli internasional.

Lokasinya dipilih di OKI karena kawasan tersebut merupakan salah satu zona rawan kebakaran hutan dan lahan, dengan area seluas lebih dari 2.500 hektar yang telah ditetapkan sebagai zona demonstrasi.

Sebagai bagian dari fasilitas, akan didirikan Asrama Manggala Agni yang menyediakan akomodasi bagi tim operasi, peneliti, dan peserta pelatihan selama masa penanggulangan kebakaran.

Biaya pembangunan dan operasional awal dibiayai secara bersama oleh kedua pemerintah, dengan kontribusi sumber daya manusia dan peralatan dari Korea serta lahan dan dukungan administratif dari Indonesia.

Teknologi yang dihadirkan mencakup sistem deteksi dini berbasis AI, drone pemetaan, serta jaringan sensor suhu yang terintegrasi dengan pusat komando nasional.

Program pelatihan intensif akan dilaksanakan secara berkala, menargetkan 200 petugas kebakaran daerah per tahun, agar mereka mampu mengoperasikan peralatan canggih dan menerapkan prosedur standar internasional.

Dengan adanya pusat ini, diharapkan angka kejadian kebakaran hutan di Sumatera Selatan dapat berkurang setidaknya 30 persen dalam lima tahun pertama operasional.

“Kolaborasi ini menegaskan komitmen kedua negara dalam melindungi ekosistem tropis dan meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di tingkat lokal,” ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya.

Sementara itu, Duta Besar Korea untuk Indonesia, Lee Hyun‑woo, menambahkan, “Korea bertekad mentransfer pengetahuan teknis yang telah terbukti efektif dalam mengendalikan kebakaran hutan di negara kami.”

Indonesia selama dekade terakhir mencatat rata-rata lebih dari 3 juta hektar hutan terbakar setiap tahunnya, yang dipicu oleh faktor cuaca kering, praktik pembukaan lahan, serta perubahan iklim.

Provinsi Sumatera Selatan khususnya menjadi fokus karena intensitas kebakaran di wilayah Ogan Komering Ilir meningkat sebesar 45 persen pada musim kemarau 2025.

Sejak awal 2026, proses konstruksi gedung utama sudah mencapai 70 persen, sementara instalasi jaringan sensor dan fasilitas asrama diperkirakan selesai pada akhir September 2026.

Pemerintah menargetkan peresmian resmi Forest and Land Fire Management Centre bersamaan dengan festival tahunan Penanggulangan Kebakaran Hutan pada bulan November 2026, menandai langkah penting dalam upaya mitigasi kebakaran nasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.