Media KampungAl-Qur’an diproyeksikan sebagai penggerak sains dan peradaban dalam diskusi yang berlangsung di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menegaskan peran kitab suci dalam memacu inovasi ilmu pengetahuan nasional.

Pada Jumat, 24 April 2026, podcast Center for Integrative Science and Islamic Civilization (CISIC) yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjadi wadah dialog antara ilmuwan, akademisi, dan tokoh keagamaan mengenai kontribusi Al-Qur’an terhadap perkembangan sains.

Sukamta, Wakil Ketua Biro Pengembangan Organisasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjadi narasumber utama dalam acara tersebut. Ia menjelaskan bahwa Muhammadiyah sejak lama menekankan integrasi nilai-nilai Islam dengan ilmu pengetahuan modern.

Sejarah mencatat bahwa para ilmuwan Muslim pada masa keemasan Islam, seperti Al-Biruni dan Ibn Sina, mengacu pada ayat-ayat Qur’an untuk mengembangkan bidang astronomi, kedokteran, dan matematika. Warisan tersebut menjadi bukti konkret bahwa kitab suci dapat berfungsi sebagai pendorong kemajuan ilmu.

Program CISIC sendiri dibentuk untuk menjembatani antara studi Islam dan ilmu pengetahuan, dengan tujuan memperkuat sinergi antara nilai spiritual dan metodologi ilmiah. Inisiatif ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah Yogyakarta serta lembaga riset nasional.

“Al-Qur’an adalah sumber utama motivasi bagi para peneliti Muslim, karena ia mengajarkan manusia untuk mencari ilmu demi memahami kebesaran Sang Pencipta,” ujar Sukamta dalam wawancara yang dipandu oleh host Syahrul.

Reaksi peserta podcast, yang terdiri dari dosen, mahasiswa, dan praktisi industri, menunjukkan antusiasme tinggi. Banyak yang menyatakan kesiapan untuk mengintegrasikan nilai-nilai Qur’ani dalam kurikulum perguruan tinggi dan program riset.

Implikasinya, pemahaman bahwa Al-Qur’an dapat menjadi katalisator sains diyakini mampu meningkatkan partisipasi Indonesia dalam riset global, khususnya di bidang teknologi ramah lingkungan dan kesehatan.

Saat ini, Muhammadiyah bersama UMY tengah mempersiapkan serangkaian workshop ilmiah yang akan dilaksanakan pada akhir tahun 2026, dengan tema “Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Qur’ani”. Diharapkan acara tersebut dapat memperkuat kolaborasi antar lembaga dan menghasilkan publikasi ilmiah yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.