Media KampungKios kecil China di distrik Futian, Shenzhen, kini menjadi tujuan harian ribuan warga berkat layanan unik yang ditawarkan.

Kios tersebut menjual teh tarik, kopi, dan camilan tradisional dengan harga terjangkau, sekaligus menyediakan Wi‑Fi gratis bagi pengunjung.

Papan informasi digital yang dipasang di samping kios menampilkan jadwal bus, berita lokal, dan lowongan kerja, memudahkan masyarakat mengakses informasi penting.

Menurut data dari Dinas Perdagangan Shenzhen, pendapatan harian kios meningkat 250% sejak awal 2024, mencerminkan tingginya permintaan layanan serba guna.

Li Wei, seorang pekerja kantoran berusia 34 tahun, menyatakan, “Saya datang setiap pagi untuk beli teh dan membaca berita di papan informasi, jadi hari saya lebih terstruktur.”

Selain itu, kios menyediakan ruang duduk mini yang dilengkapi stop kontak, menjadikannya tempat singkat untuk bekerja atau belajar bagi pelajar dan freelancer.

Studi dari Universitas Sun Yat-sen mencatat bahwa keberadaan kios semacam ini meningkatkan interaksi sosial di lingkungan urban, mengurangi rasa isolasi.

Kios tersebut dikelola oleh keluarga Chen sejak 2019, yang awalnya hanya menjual jajanan ringan sebelum menambahkan layanan digital pada pertengahan 2023.

Penambahan layanan tersebut didukung oleh program subsidi pemerintah daerah untuk digitalisasi usaha mikro, yang memberikan bantuan perangkat keras dan pelatihan.

Pengunjung dari berbagai kalangan, termasuk pekerja pabrik, mahasiswa, dan pensiunan, melaporkan kepuasan tinggi terhadap kombinasi produk tradisional dan fasilitas modern.

Pengamat ekonomi, Wang Ming, menilai bahwa model bisnis kios ini dapat direplikasi di kota-kota lain sebagai solusi pemberdayaan UMKM dan peningkatan kualitas hidup urban.

Hingga akhir April 2026, kios tetap beroperasi penuh, dengan rencana pemilik untuk menambah varian makanan sehat dan memperluas jaringan papan informasi ke bahasa Inggris bagi wisatawan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.