Media Kampung – Hizbullah berhasil memukul mundur dua serangan darat yang dilancarkan Israel di Lebanon selatan, memancing pasukan Zionis masuk ke zona penyergapan yang telah disiapkan. Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Iran yang saling melancarkan serangan rudal, mengancam gencatan senjata rapuh yang dimediasi Amerika Serikat.
Serangan darat Israel tersebut merupakan bagian dari eskalasi terbaru yang dipicu oleh serangan Israel ke Beirut. Iran, yang mendukung Hizbullah, kemudian meluncurkan beberapa gelombang serangan rudal ke wilayah Israel. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim berhasil menyerang pangkalan udara di Israel selatan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap melancarkan serangan balasan meskipun mendapat peringatan dari Presiden AS Donald Trump untuk menahan diri, mengingat adanya peluang kesepakatan damai dengan Teheran. Tekanan politik dari sekutu dan oposisi disebut menjadi faktor utama di balik keputusan Netanyahu.
Duta Besar Israel untuk AS Yechiel Leiter mengonfirmasi melalui media sosial bahwa Angkatan Udara Israel telah menghantam target militer di Iran tengah dan barat. Insiden ini menandai pertama kalinya Iran dan Israel saling serang secara langsung sejak gencatan senjata yang dimediasi AS berlaku pada awal April lalu.
Ketegangan yang membara ini menjadi ujian berat bagi gencatan senjata yang sebelumnya difasilitasi oleh Trump. Situasi di Timur Tengah semakin tidak menentu dengan adanya saling serang antara Israel dan Iran, serta pertempuran sengit antara Israel dan Hizbullah di perbatasan Lebanon.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan