Media Kampung – Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok milisi Houthi di Yaman kembali meningkat tajam setelah serangan udara yang dilancarkan koalisi pimpinan Arab Saudi ke sejumlah fasilitas militer Houthi di kota pelabuhan Hodeidah pada Jumat, 24 Juli 2026. Aksi militer ini merupakan respons terhadap eskalasi serangan yang dilakukan Houthi terhadap wilayah Arab Saudi dalam beberapa pekan terakhir.

Kelompok Houthi yang didukung Iran itu sebelumnya menyerang bandara di Arab Saudi dan mengumumkan blokade laut terhadap Kerajaan Saudi, termasuk serangan terhadap kapal tanker yang melintasi jalur pelayaran penting di Laut Merah. Dalam serangan balasan, jet tempur Arab Saudi juga menghantam fasilitas telekomunikasi milik perusahaan negara di Hodeidah dan membombardir Pulau Kamaran di lepas pantai barat Yaman.

Baca juga:

Pada Sabtu pagi, Houthi mengklaim telah melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Arab Saudi, khususnya di kota Jizan yang berada di pesisir Laut Merah. Pihak Arab Saudi sempat mengeluarkan peringatan darurat untuk provinsi Jazan dan Yanbu, meski peringatan di Jazan kemudian dicabut setelah situasi dinyatakan aman.

Konflik ini menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah yang sudah dirundung krisis, terutama terkait jalur pelayaran strategis dan pasokan energi global. Serangan Houthi ke kapal tanker yang terkait dengan Arab Saudi meningkatkan risiko gangguan pada rute ekspor minyak yang melewati Laut Merah, khususnya dari pelabuhan Yanbu.

Baca juga:

Selain aspek militer, dinamika politik juga memanas. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunda kesepakatan nuklir sipil dengan Arab Saudi sampai Riyadh bergabung dengan Abraham Accords dan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini menambah ketidakpastian hubungan internasional di kawasan tersebut, mengingat posisi Arab Saudi yang menuntut kemajuan dalam pembentukan negara Palestina sebagai syarat normalisasi dengan Israel.

Situasi ini terjadi di tengah konflik yang lebih luas antara AS dan Iran, dengan serangan rudal AS ke wilayah Iran dan balasan dari Iran ke pangkalan militer AS di negara-negara Arab sekitar Teluk Persia. Ketegangan yang meningkat ini berpotensi memperburuk keamanan regional dan berdampak signifikan pada pasar energi dunia.

Baca juga:

Arab Saudi dan kelompok Houthi saat ini menghadapi risiko memburuknya konflik yang sebelumnya sempat mereda lewat gencatan senjata yang rapuh sejak 2022. Eskalasi terbaru ini menunjukkan bahwa perdamaian di kawasan tersebut masih jauh dari tercapai, dengan potensi gangguan yang meluas pada stabilitas politik dan ekonomi di Timur Tengah.