Media Kampung, Jakarta – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) aktif mendorong perkembangan industri gim lokal Indonesia agar tidak hanya unggul dalam talenta dan produksi, tetapi juga mampu menembus pasar global. Upaya ini disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam acara Hari Game Indonesia (HARGAI) 2026 yang digelar di Garuda Spark Innovation Hub, FX Sudirman, Jakarta.
Pemerintah melalui Kemenekraf berfokus pada penguatan talenta, proses inkubasi, serta membuka akses pasar dan promosi bagi pengembang gim lokal. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah membawa sekitar sepuluh gim buatan pengembang Indonesia ke ajang Gamescom di Jerman pada tahun sebelumnya. Selain itu, Kemenekraf juga menghadirkan Games Corner di Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta yang menampilkan sembilan gim lokal sejak pertengahan tahun lalu, sebagai upaya memperluas akses pasar dan memperkenalkan produk lokal ke masyarakat luas.
Tantangan dan Kebutuhan Industri Gim Lokal
Ketua Umum Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menjelaskan bahwa tantangan utama industri gim Indonesia saat ini bukan lagi pada proses pembuatan gim, melainkan pada pengembangan dan promosi agar produk lokal bisa bersaing di pasar global. Menurut Shafiq, pengembang gim kini membutuhkan dukungan akses pendanaan dan promosi yang memadai agar produk mereka dapat berkelanjutan dan memiliki daya saing internasional.
Shafiq menegaskan bahwa fokus industri saat ini adalah mengembangkan produk yang sudah ada, bukan lagi mendorong pendirian studio gim baru. Banyak pengembang sudah berminat untuk membuat studio, namun tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengembangkan karya mereka agar dapat bertahan dan berkembang di pasar global.
Strategi Pemerintah dalam Mendukung Industri Gim Lokal
- Penguatan Talenta dan Inkubasi: Pemerintah menyediakan program pengembangan kapasitas pengembang gim melalui pelatihan dan inkubasi untuk meningkatkan kualitas produk.
- Akses Pasar dan Promosi: Melalui keikutsertaan dalam pameran internasional seperti Gamescom dan penyediaan platform Games Corner di bandara, pemerintah membantu pengembang menjangkau pasar yang lebih luas.
- Dukungan Pendanaan: Akses ke pendanaan menjadi salah satu kebutuhan utama pengembang gim lokal agar dapat mengembangkan produk secara berkelanjutan.
Signifikansi Pengembangan Industri Gim Lokal
Industri gim memiliki potensi besar sebagai bagian dari ekonomi kreatif Indonesia yang dapat memberikan kontribusi signifikan pada perekonomian nasional. Dengan dukungan yang tepat, gim lokal tidak hanya mampu bersaing di pasar domestik, tetapi juga dapat menembus pasar global, membuka peluang ekspor dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor kreatif.
Upaya yang dilakukan Kemenekraf dan AGI menandai langkah progresif dalam memajukan ekosistem gim di Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri gim global yang kompetitif.















Tinggalkan Balasan