Media Kampung – Harga Bitcoin kembali menguat signifikan, menembus level tertinggi di atas $75.000, menandai kebangkitan aset kripto setelah beberapa bulan mengalami penurunan. Lonjakan ini memicu optimisme bahwa pasar crypto bisa memasuki fase pemulihan yang lebih luas, namun sejumlah indikasi lain diperlukan untuk mengonfirmasi tren tersebut.

Pada pekan terakhir, Bitcoin naik sekitar 18,81%, mencapai puncak intraday di kisaran $75.727, sekaligus melewati rata-rata pergerakan 200 hari yang menjadi level teknis penting di sekitar $71.549. Keberlanjutan perdagangan di atas level ini menunjukkan potensi dominasi pembeli di pasar. Para pelaku pasar kini mengamati resistensi berikutnya di sekitar $77.500. Sebaliknya, jika Bitcoin gagal mempertahankan harga di kisaran $69.000 hingga $70.000, kenaikan saat ini mungkin hanya didorong oleh penutupan posisi short sementara.

Baca juga:

Permintaan institusional menjadi sinyal kunci untuk validasi kenaikan ini. Dana yang mengalir masuk ke produk ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencapai $1 miliar selama dua minggu pertama Agustus, dengan net inflow $517 juta tercatat saat awal reli. Aliran dana yang konsisten menunjukkan adanya penambahan eksposur investasi baru, bukan sekadar pelunasan posisi bearish. Ini penting karena kenaikan awal juga memicu likuidasi posisi short senilai $2,7 miliar, sehingga pembelian baru diperlukan untuk mempertahankan tren naik.

Kenaikan pasar kripto tidak hanya terbatas pada Bitcoin. Ethereum, misalnya, melampaui level $2.300 dengan kenaikan lebih dari 25% dalam tujuh hari terakhir. Altcoin utama lain seperti Solana dan XRP juga mencatat keuntungan dua digit, dengan kapitalisasi pasar gabungan kripto selain Bitcoin bertambah lebih dari $90 miliar dalam dua hari terakhir, mendekati angka $1 triliun. Peningkatan volume perdagangan dan performa altcoin yang kuat menunjukkan perluasan basis pasar yang positif.

Baca juga:

Dari sisi makro, stabilisasi pasar terlihat dengan meredanya tekanan inflasi setelah minyak dunia berhenti mengalami kenaikan harga selama enam hari berturut-turut. Indeks saham global dan obligasi juga menunjukkan penguatan, sementara dolar AS mengalami pelemahan tipis. Pemerintah AS bahkan melakukan intervensi untuk menahan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang yang sempat melonjak, dan rencana konsolidasi fiskal oleh Menteri Keuangan AS turut menjadi faktor penyeimbang pasar.

Dalam pergerakan signifikan lain, pemerintah Bhutan dilaporkan memindahkan sekitar 490 BTC dari dompet utama mereka senilai hampir $33 juta, yang sejalan dengan momentum positif harga Bitcoin. Langkah ini menjadi sorotan dalam konteks adopsi dan pengelolaan aset kripto oleh entitas pemerintahan.

Baca juga:

Secara keseluruhan, penguatan Bitcoin dan pasar kripto mencerminkan sentimen yang membaik meskipun beberapa tantangan teknis dan ekonomi masih harus diwaspadai oleh investor. Pemantauan terhadap permintaan institusional, performa altcoin, serta kondisi makroekonomi global akan menjadi kunci dalam menentukan arah jangka menengah pasar aset digital.