Media Kampung – Ratu Sofya angkat suara terkait somasi yang dikaitkan dengan ibundanya dan rumor kehamilan yang beredar selama hampir dua tahun. Aktris berusia 22 tahun ini menegaskan tidak pernah mengirim somasi kepada ibunya, melainkan hanya memberikan jawaban atas surat somasi yang diterima terkait urusan pekerjaan. Ia juga menolak keras tuduhan hamil yang selama ini berasal dari keluarganya sendiri.

Perseteruan antara Ratu Sofya dan keluarganya memuncak setelah rumah produksi HAS Pictures yang menaungi film terbarunya melayangkan somasi karena Ratu dianggap tidak memenuhi kewajiban promosi. Pihak Ratu Sofya melalui kuasa hukumnya menjelaskan bahwa alasan penolakan mengikuti promosi film disebabkan adanya hak yang belum terpenuhi, khususnya terkait pembayaran honor yang menurut mereka belum disalurkan secara resmi.

Kuasa hukum Ratu Sofya, Dede Rahmat, menyatakan bahwa kliennya tidak bermaksud melanggar kontrak kerja sama dengan HAS Pictures. Mereka telah menyampaikan seluruh persoalan ini kepada pihak produksi, namun belum ada kejelasan yang memuaskan terkait hak sang aktris. “Klien kami sebagai artis berhak mendapatkan haknya secara layak,” ujar Dede Rahmat.

Ratu Sofya membantah keras kabar yang menyebutkan dirinya mengirim somasi kepada ibunya. Kuasa hukum lainnya, M. Risvan, menegaskan surat yang dikirim bukanlah somasi dengan ancaman hukum, melainkan balasan resmi atas somasi yang diterima. “Tidak ada somasi judulnya, surat itu tidak berisi ancaman maupun teguran,” tambahnya.

Konflik keluarga ini juga terkait dengan persoalan honor dan kontrak kerja film Dosa: Penebusan atau Pengampunan yang dibintangi Ratu Sofya dan dijadwalkan tayang pada Juni 2026. Ibunda Ratu, Intan Masthura, sempat mengungkap menerima somasi dari sang putri terkait honor film, namun hal ini dibantah oleh Ratu Sofya dalam konferensi pers terpisah.

Selain itu, Ratu Sofya mengaku kecewa karena persoalan keluarga yang bersifat pribadi justru menjadi konsumsi publik. Ia menyayangkan adanya fitnah yang dilontarkan di media sosial oleh keluarganya sendiri, termasuk tuduhan hamil yang selama ini terus menerpa. “Saya hanya ingin dihargai atas pilihan hidup dan pekerjaan saya, tanpa penggiringan opini maupun fitnahan,” tuturnya lewat unggahan di Instagram.

Ratu Sofya juga menegaskan bahwa isu terkait adegan intim dalam film yang diproduksi HAS Pictures sudah dibicarakan sejak awal dengan pihak produksi dan keluarga. Selama proses syuting, tidak ada keberatan dari dirinya saat di lokasi. Namun, masalah muncul saat film memasuki tahap promosi, yang kemudian memicu ketegangan antara pihak aktris, keluarga, dan rumah produksi.

Perkembangan terakhir menunjukkan bahwa Ratu Sofya meminta agar persoalan keluarga ini dihentikan demi ketenangan bersama. Ia berharap hak-haknya sebagai artis dapat segera diselesaikan dan segala tuduhan negatif dapat dihentikan. Kuasa hukumnya pun terus berupaya menyelesaikan permasalahan administratif dengan HAS Pictures secara profesional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.