Media KampungGivina Lukita mengaku terkejut ketika adegan saling tampar dengan Ratu Sofya menjadi nyata saat syuting film horor “The Bell: Panggilan Untuk Mati” yang dijadwalkan tayang 7 Mei 2026.

Adegan tersebut memperlihatkan karakter Saidah (diperankan Givina) dan Airin (diperankan Ratu Sofya) yang terlibat benturan fisik di lokasi pengambilan gambar di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Senin 27 April 2026.

Sebelum pengambilan, kedua aktris telah menyepakati titik tamparan dan gerakan dasar, sehingga proses teknis dianggap sederhana dan tidak menimbulkan risiko.

Namun, intensitas emosi yang muncul saat mereka mendalami peran membuat tamparan menjadi lebih keras daripada yang direncanakan, sehingga Givina mengaku terkejut mendengar suara “Bap!” setelah terdengar.

“Kami terlalu mendalami karakter, jadi ketika Airin menampar saya, saya langsung terkejut,” ujar Givina dalam wawancara di Kuningan, menambahkan bahwa pemeran lain seperti Bisma dan Dokter Usman juga terlihat kaget.

Ratu Sofya menanggapi bahwa ia juga merasakan ketegangan serupa, dan setelah adegan selesai keduanya saling memastikan tidak ada cedera, lalu meminta maaf secara spontan.

Givina menambahkan, “Setelah cut, kami langsung cek kondisi masing‑masing, ‘Kamu tidak apa‑apa? Maaf ya.'” Hal ini mencerminkan profesionalisme kedua aktris meski situasi menjadi tak terduga.

Film “The Bell: Panggilan Untuk Mati” mengisahkan sebuah lonceng keramat di Belitung yang dapat menahan roh jahat, namun pencurian lonceng oleh sekelompok YouTuber memicu kebangkitan Penebok, makhluk mengerikan tanpa kepala.

Sutradara Jay Sukmo menegaskan bahwa adegan tamparan dimaksudkan sebagai “baku hantam tipis‑tipis” untuk menambah ketegangan, namun tidak diharapkan menjadi kontak fisik yang sebenarnya.

Para kru produksi menyatakan bahwa keselamatan pemain tetap menjadi prioritas, sehingga setelah insiden mereka meninjau kembali prosedur aksi fisik untuk mencegah kejadian serupa.

Penonton di lokasi syuting melaporkan suasana tegang namun penuh tawa setelah adegan selesai, menambah kesan mendalam bagi para pemain.

Dengan tanggal rilis 7 Mei 2026, film ini diharapkan menjadi salah satu tayangan horor paling menegangkan tahun ini, menampilkan kombinasi aksi, misteri, dan efek visual yang kuat.

Givina menutup pernyataannya dengan mengatakan, “Meskipun terasa sakit, pengalaman ini sangat seru dan menjadi kenangan tak terlupakan selama produksi.”

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.