Media Kampung – Jean-Charles Gaudechon, CEO baru Remedy Entertainment, mengungkapkan bahwa franchise game Alan Wake dan Control seharusnya bisa meraih penjualan lebih tinggi. Pernyataan ini muncul di tengah skeptisisme yang mengiringi pengangkatannya sebagai bos baru Remedy, mengingat latar belakangnya yang sebelumnya di Electronic Arts (EA).

Gaudechon resmi menjabat sebagai CEO Remedy pada Maret lalu. Sebelumnya, ia memiliki pengalaman hampir lima tahun di EA dengan fokus pada versi PC dan mobile dari FIFA, serta mengelola platform fantasi NFL selama dua tahun. Saat diwawancarai oleh The Game Business, ia mengakui adanya keraguan dari fans Remedy terkait rekam jejaknya, tetapi menegaskan bahwa kreativitas unik Remedy harus tetap dilindungi.

Meski demikian, Gaudechon menilai ada peluang untuk memperbaiki strategi Remedy agar karya-karya mereka dapat menjangkau audiens lebih luas. Ia menyebut Remedy sebagai salah satu studio yang benar-benar didukung oleh para pemain. Bahkan, saat pengumuman dirinya sebagai CEO, ia mendapat pesan dari para penggemar dan rekan di industri yang menyampaikan harapan agar ia tidak merusak reputasi Remedy.

Dalam lima tahun terakhir, Remedy meluncurkan beberapa game, namun belum ada yang benar-benar menjadi hit besar. Eksperimen multiplayer mereka, FBC: Firebreak, gagal di pasaran, sementara Alan Wake 2 membutuhkan waktu lebih dari setahun untuk mulai meraup keuntungan akibat penjualan yang lambat. Selain itu, proyek lain seperti kampanye untuk game CrossfireX mendapat ulasan kurang memuaskan, dan remake Max Payne yang sudah diumumkan empat tahun lalu belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Fokus Remedy dalam waktu dekat tertuju pada Control Resonant, sekuel dari Control yang dirilis pada 2019 dan mendapat sambutan positif. Meski tanggal rilisnya belum diumumkan secara pasti, game ini dijanjikan hadir dengan mekanisme pertarungan yang lebih cepat dan agresif.

Gaudechon juga menyinggung kerja sama strategis Remedy dengan Annapurna untuk mengembangkan adaptasi TV dan film dari game-game mereka. Dia percaya bahwa langkah ini dapat membantu memperluas jangkauan audiens dan memaksimalkan potensi franchise seperti Alan Wake dan Control yang menurutnya sangat luar biasa namun belum mendapatkan perhatian yang semestinya di pasar.

“Alan Wake dan Control seharusnya bisa terjual lebih banyak,” ujar Gaudechon. Ia menekankan pentingnya mengembangkan komunitas pemain dan memikirkan bagaimana mengelola IP Remedy sebagai franchise yang lebih besar agar mampu meraih audiens baru. Kerja sama dengan Annapurna diharapkan menjadi kunci untuk mewujudkan visi ini.

Dengan latar belakangnya yang kuat di industri game dan sport, serta komitmen untuk menjaga keunikan Remedy, Gaudechon berambisi mengangkat posisi studio ini ke level berikutnya. Ia menyadari tantangan yang ada, namun optimis dengan potensi yang dimiliki Remedy dan dukungan dari para penggemarnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.