Media KampungCasey Hudson, sutradara di balik seri Knights of the Old Republic dan Mass Effect, mengungkapkan pandangannya yang kurang positif terhadap kecerdasan buatan (AI) dalam proses kreatif pengembangan game. Hudson menilai AI sebagai sesuatu yang “kreatif tapi tanpa jiwa” dan merasa tidak terkesan dengan kemampuannya saat ini.

Dalam wawancara dengan Bloomberg, Hudson menjelaskan bahwa meskipun industri game menghadapi tantangan biaya produksi yang sangat tinggi, terutama untuk judul-judul AAA yang bisa mencapai ratusan juta hingga miliaran dolar, ia lebih memilih mengelola tim yang relatif kecil. Ia ingin tim pengembang di studionya, Arcanaut Studios, tetap ramping agar efisiensi biaya tetap terjaga. Namun, ia tidak melihat AI sebagai solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Hudson secara tegas menyatakan, “Saya merasa AI itu kreatif tapi tanpa jiwa. Sulit membayangkan bagaimana AI benar-benar membantu dalam proses kreatif.” Pernyataan ini merujuk pada penggunaan AI generatif yang banyak dipakai untuk menciptakan konten dalam pengembangan game. Menurutnya, mesin yang hanya meniru pola berdasarkan input dan algoritma tidak memiliki jiwa, sebuah hal yang penting jika tujuan utamanya adalah menciptakan karya seni, bukan sekadar produk komersial.

Pandangan Hudson ini bukanlah satu-satunya di industri. Tokoh-tokoh lain seperti Ken Levine, pencipta BioShock, juga menyatakan ketidaktertarikan pada kemampuan AI dalam pembuatan game. Peter Molyneux, seorang desainer game ternama, juga mengungkapkan bahwa kualitas AI saat ini belum cukup untuk digunakan secara serius dalam pengembangan game.

Sementara itu, ada pihak lain yang lebih optimis terhadap peran AI, seperti Hideaki Nishino dari Sony Interactive Entertainment yang percaya AI dapat membuka pengalaman bermain yang belum pernah ada sebelumnya. Beberapa studio, termasuk Neowiz, bahkan tengah merekrut ahli AI untuk mengintegrasikan teknologi ini ke dalam pengembangan game di masa depan.

Meski demikian, Casey Hudson tetap pada pendiriannya dan memilih pendekatan yang lebih tradisional dan berfokus pada nilai-nilai kreatif yang menurutnya tidak bisa digantikan oleh AI. Sebagai sosok yang telah berpengalaman luas dalam pembuatan konsep dan prototipe game sejak era Knights of the Old Republic dan Mass Effect, pandangan Hudson memberikan perspektif penting mengenai keterbatasan AI dalam ranah seni dan kreativitas di industri game.

Hudson saat ini tengah mengerjakan proyek baru berjudul Star Wars: Fate of the Old Republic di Arcanaut Studios. Ia berharap proyek ini dapat berjalan dengan tim yang kecil namun berkualitas, tanpa mengandalkan AI sebagai pengganti kreativitas manusia dalam proses pengembangan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.