Media Kampung – Genre MMO (Massively Multiplayer Online) masih diminati pemain, namun kondisi industri saat ini menunjukkan tekanan berat akibat ekspektasi publisher yang terlalu besar. Jack Emmert, desainer veteran dengan pengalaman di berbagai MMO seperti City of Heroes dan Neverwinter, menyatakan bahwa keinginan pemain akan MMO tetap ada, namun penerbit yang terlalu mengejar skala besar ala World of Warcraft justru menjadi kendala utama pengembangan game baru.
Emmert menyoroti situasi di mana banyak MMO baru gagal bertahan, seperti New World yang akhirnya dihentikan pengembangannya, atau Project Blackbird yang dibatalkan sejak awal. Sementara itu, beberapa proyek indie dengan skala kecil seperti Project Gorgon masih bisa bertahan dan menarik komunitas tertentu. Menurut Emmert, kegagalan ini bukan karena kurangnya minat dari pemain, melainkan karena strategi dan infrastruktur publisher yang tidak mampu mendukung MMO dengan skala raksasa yang diharapkan.
“Orang-orang memang menginginkan MMO, dan penjualan New World membuktikan hal itu. Namun, infrastruktur dan strategi untuk mempertahankannya tidak ada, sehingga akhirnya game tersebut ditutup,” ungkap Emmert dalam wawancara dengan Gamesindustry.biz. Ia menegaskan bahwa komunitas MMO masih hidup dan berkembang, terlihat dari jumlah pemain aktif di World of Warcraft, game buatannya, maupun game dari Daybreak.
Emmert juga mengkritik pola pikir publisher yang selalu ingin membuat MMO yang bisa menyaingi atau bahkan melampaui World of Warcraft atau Destiny dalam hal anggaran dan jangkauan audiens. Hal ini menyebabkan game-game baru menjadi terlalu luas dalam fitur sehingga kehilangan jiwa dan karakter uniknya. “Game-game ini jadi seperti kumpulan fitur tanpa nyawa, sehingga akhirnya gagal berulang kali,” tambahnya.
Solusi yang diajukan Emmert adalah adanya publisher yang realistis dalam mengatur anggaran dan ekspektasi, serta fokus pada visi yang jelas dan spesifik tanpa memaksakan harus menjadi MMO besar berikutnya. Ia mencontohkan Neverwinter, yang saat dirilis memiliki fitur sederhana dan tidak terobsesi untuk bersaing dengan World of Warcraft, melainkan fokus memberikan pengalaman yang solid bagi pemainnya.
Situasi ini juga mengingatkan pada kasus lain dalam industri game seperti Anthem, yang mengalami masalah besar dalam pengambilan keputusan pengembangan hingga akhirnya berpengaruh pada kualitas produk. Emmert menilai bahwa model pengembangan MMO yang lebih sederhana dengan pengelolaan ekspektasi yang baik bisa menjadi jalan keluar agar genre MMO tetap hidup dan berkembang di masa depan.
Dengan kondisi terkini di mana banyak MMO baru gagal besar atau dihentikan, pernyataan Jack Emmert membuka perspektif baru bahwa keinginan pemain terhadap MMO masih kuat, namun publisher harus menyesuaikan pendekatan mereka agar game-game baru dapat bertahan dan berkelanjutan. Pendekatan yang realistis dan fokus akan menjadi kunci bagi kebangkitan genre MMO yang selama ini dicintai banyak gamer di dunia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.



Tinggalkan Balasan