Media Kampung – Square Enix memberikan pembaruan penting tentang Dragon Quest 12: Beyond Dreams yang mengungkap bahwa pengembangan game RPG ini dimulai ulang dari awal. Perubahan besar ini juga membuat subtitel asli The Flames of Fate diganti menjadi Beyond Dreams.
Pada perayaan 40 tahun Dragon Quest pada 27 Mei, produser eksekutif Yosuke Saito dan desainer game Yuji Horii menjelaskan bahwa pengembangan Dragon Quest 12 mengalami perombakan setelah restrukturisasi tim. Saito menyebutkan bahwa versi awal menghadapi banyak hambatan sehingga mereka memutuskan untuk memulai dari nol guna menciptakan game yang lebih menarik bagi penggemar seri utama.
Perombakan ini juga membawa perubahan pada protagonis, cerita, dan tema permainan. Tokoh utama dalam Beyond Dreams mengalami penglihatan misterius saat tidur, dan cerita akan mengeksplorasi apa yang ada di balik mimpi tersebut. Horii menambahkan bahwa arah cerita kini lebih cerah dan menggembirakan dibandingkan tone gelap yang direncanakan sebelumnya.
Meski mengalami perubahan signifikan, elemen khas Dragon Quest tetap dipertahankan, termasuk desain karakter ikonik karya mendiang Akira Toriyama dan musik epik dari komposer Koichi Sugiyama. Keduanya berhasil menyelesaikan kontribusinya sebelum meninggal dunia pada 2021 dan 2024.
Saito juga mengungkapkan bahwa Beyond Dreams akan membawa evolusi pada gameplay RPG seri ini dengan berbagai inovasi yang belum pernah ada sebelumnya dalam Dragon Quest. Namun, belum ada informasi terkait jadwal rilis resmi, sehingga penggemar harus bersabar menunggu lebih lama.
Selain itu, pada momen perayaan tersebut diumumkan juga spin-off Dragon Quest Monsters: The Withered World yang akan hadir di berbagai platform serta rilis Dragon Quest 11 S: Echoes of an Elusive Age untuk Switch 2 pada 24 September.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan