Media Kampung – Sutradara film Backrooms, Kane Parsons, mengungkapkan bahwa game Portal buatan Valve memiliki pengaruh mendalam terhadap karyanya. Dalam sebuah wawancara, Parsons menyatakan bahwa konsep dan atmosfer dari Portal sangat melekat dalam pikirannya hingga memengaruhi seluruh proses kreatifnya, termasuk dalam pembuatan film yang mengangkat tema ruang liminal dan misteri tersebut.

Parsons menjelaskan bahwa desain ruang di Portal, khususnya di Aperture Science Enrichment Center, selalu hadir dalam mimpinya. Ia menggambarkan tempat itu sebagai lokasi yang luas, didominasi warna abu-abu dan biru, dengan suasana yang suram dan mulai membusuk pada sekuel kedua. Ia menilai bahwa konsep ini mirip dengan Backrooms, yang juga menggambarkan ruang dalam yang tak berujung dan penuh ketidakpastian.

Pentingnya Portal dalam karya Parsons bahkan lebih terasa dari game keduanya yang dinilai sebagai inspirasi utama. Ia menyoroti bagaimana sekuel tersebut memperkuat identitas visual dan narasi dengan sentuhan humor dan absurditas yang melekat kuat. Parsons juga menyebutkan mural-mural di dinding dalam Portal yang menunjukkan jejak keberadaan manusia sebelumnya, yang kemudian diadaptasi dalam film Backrooms sebagai elemen penting untuk memperkuat cerita.

Selain kesamaan atmosfer, film Backrooms juga menghadirkan institusi fiksi bernama Async Research Institute. Institusi ini memiliki kemiripan dengan Aperture Science Inc., perusahaan tak terkendali yang mengutamakan riset tanpa memperhatikan keselamatan manusia. Async bertugas memetakan ruang Backrooms dan menciptakan Threshold, sebuah pintu stabil yang memungkinkan para ilmuwan masuk dan keluar dari ruang liminal tersebut dengan aman.

Parsons juga mengungkapkan bahwa konsep Backrooms di filmnya berlanjut dari mini-film found footage yang sebelumnya ia buat. Film ini menampilkan karakter yang jatuh ke dalam Backrooms, sebuah ruang yang tampak tak berujung dan penuh dengan ketidakpastian yang serupa dengan konsep Portal. Keberadaan karakter lain yang pernah menjelajahi ruang tersebut juga dihadirkan untuk menambah kedalaman cerita.

Dengan pengaruh kuat dari Portal, film Backrooms diharapkan mampu menghadirkan pengalaman horor dan misteri yang unik sekaligus menggugah rasa penasaran penonton. Parsons menunjukkan bagaimana elemen-elemen desain dan narasi dari game Valve tersebut berhasil diintegrasikan dengan baik untuk membangun dunia Backrooms yang penuh teka-teki dan atmosfer menegangkan.

Film Backrooms yang didukung oleh A24 ini siap tayang dan mendapat antisipasi besar dari para penggemar horor dan cerita urban legend digital. Melalui wawancara ini, Kane Parsons menegaskan bahwa warisan kreatif dari Portal bukan hanya sekadar inspirasi, melainkan fondasi utama yang membentuk keseluruhan estetika dan cerita dalam karyanya.

Dengan pendekatan yang unik dan referensi yang kuat, Backrooms berpotensi menjadi salah satu adaptasi terbaik dari fenomena creepypasta modern yang telah menggemparkan dunia maya. Kehadiran institusi fiktif dan elemen visual yang mendalam menambah kekayaan cerita yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan penonton.

Parsons menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa mimpi tentang Aperture Science Enrichment Center seringkali hadir dalam tidurnya, menandakan betapa kuatnya pengaruh Portal terhadap dirinya secara pribadi dan profesional. Hal ini sekaligus menjadikan film Backrooms sebagai karya yang sangat autentik dan penuh rasa hormat terhadap sumber inspirasinya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.