Media Kampung – Mina the Hollower hadir sebagai game RPG bergaya retro yang memadukan dunia terbuka dengan tantangan sulit dan sistem pertarungan unik. Game ini mengusung gaya visual ala Game Boy Color dengan inspirasi yang kuat dari The Legend of Zelda, Castlevania, serta sentuhan gameplay ala FromSoftware.
Dalam Mina the Hollower, pemain menjelajahi dunia Tenebrous Isles yang penuh dengan suasana gothic dan steampunk magis. Tidak ada jalur yang pasti harus diikuti, sehingga pemain bebas menentukan urutan dungeon yang akan ditaklukkan, meski harus menghadapi musuh yang mematikan sejak awal. Hal ini memberikan kebebasan eksplorasi sekaligus menuntut keterampilan bertarung yang mumpuni.
Dunia dalam game ini terasa aneh dan penuh kejutan, dengan karakter-karakter unik yang hidup dan bereaksi terhadap tindakan pemain. Tokoh utama, Mina, adalah pembasmi monster sekaligus ilmuwan yang mengembangkan teknologi di pulau tersebut yang kini mengalami sabotase misterius. Alur cerita membawa pemain menyusuri berbagai dilema moral dan konsekuensi atas tindakan Mina.
Game ini menawarkan enam dungeon utama dengan latar beragam, mulai dari rawa hingga pantai dan kuburan, yang masing-masing memiliki desain artistik pixel art yang memukau dan soundtrack khas Castlevania yang menguatkan atmosfer horor dan petualangan.
Salah satu fitur andalan Mina adalah kemampuan Mina untuk menggali tanah dan melompat, yang menjadi alat serbaguna untuk bertarung dan menjelajah. Sistem senjata juga menarik, dengan lima pilihan utama termasuk cambuk ala Castlevania, serta berbagai senjata sampingan yang menyediakan variasi serangan dan mobilitas. Selain itu, pemain dapat meng-upgrade kemampuan melalui sistem Bones yang mirip dengan pengalaman dari game Souls.
Berbeda dengan game metroidvania lainnya, Mina memberikan kesempatan untuk grinding demi meningkatkan statistik karakter, sehingga pemain bisa memilih strategi antara belajar pola serangan musuh atau memperkuat diri terlebih dahulu. Sistem penyembuhan juga unik, di mana pemain harus menyerang musuh untuk mengisi kembali kesehatan dengan menggunakan item khusus yang disebut Plasma Vials.
Save point dalam game berbentuk Underlab yang tidak hanya menyimpan progres, tetapi juga menjadi pusat untuk mengatur perlengkapan dan kemampuan. Tidak adanya peta rinci memaksa pemain untuk lebih jeli dalam eksplorasi dan menemukan rahasia di setiap sudut dunia.
Permainan ini menonjol dengan kejutan-kejutan kecil dan besar yang membuat pengalaman bermain tetap segar dan tidak terduga, termasuk ending yang penuh teka-teki dan twist yang kuat. Durasi main sekitar 23 jam untuk mencapai ending dengan tingkat penyelesaian 72%, serta mode New Game+ yang menawarkan tantangan dan variasi baru.
Mina the Hollower berhasil menyatukan berbagai pengaruh dari game klasik dan modern menjadi sebuah pengalaman yang segar dan menantang, membawa genre Zelda-like ke level baru dengan kebebasan eksplorasi dan nuansa gelap yang kuat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan