Media Kampung, Jakarta — Seorang YouTuber bernama Game of Tobi berhasil membuat Minecraft berjalan di konsol genggam Game Boy Color (GBC) asli, lengkap dengan tampilan 3D yang dapat dikenali. Proyek ini menunjukkan bahwa game legendaris tersebut bisa dijalankan di perangkat keras lawas meski dengan berbagai keterbatasan.
Game of Tobi membagikan hasil karyanya melalui kanal YouTube-nya. Ia berhasil membuat port Minecraft untuk GBC yang tidak hanya sekadar versi 2D, melainkan benar-benar menampilkan dunia 3D yang bisa dijelajahi. “Sejujurnya, saya tidak yakin apakah mungkin memiliki sesuatu seperti ini di Game Boy karena ini 3D, dan ini dikenali sebagai dunia 3D tempat Anda bisa berjalan-jalan,” ujarnya.
Port ini bukanlah Minecraft versi penuh. Pemain dapat memilih dari beberapa dunia, serta bisa memecahkan dan menempatkan blok. Namun, tidak ada sistem kesehatan, inventaris, atau musuh (mobs). Meski begitu, Game of Tobi juga menambahkan dimensi Nether. “Tentu saja, saya bisa menyebutnya selesai dengan semua fitur ini, tapi mari kita realistis. Saya benar-benar ingin melakukan sesuatu dengan ini. Jadi, saya juga menambahkan Nether. Tidak banyak yang bisa dilakukan di sana, tetapi berfungsi,” jelasnya.
Dengan kontrol terbatas pada GBC, navigasi terasa sedikit canggung. Tombol D-pad digunakan untuk bergerak, sementara tombol lain dikombinasikan dengan D-pad untuk melihat sekeliling. Ini membuat pemain tidak bisa bergerak dan melihat sekeliling secara bersamaan.
Bagi yang ingin mencoba, game ini dapat diunduh gratis melalui Patreon Game of Tobi dalam format .gbc. Untuk memainkannya di konsol asli, diperlukan flash card dan pengetahuan teknis. Menariknya, ROM ini juga dapat berjalan di Game Boy asli (1989) dengan kecepatan setengah dan tanpa warna.
Proyek ini lebih merupakan eksperimen untuk melihat apakah sesuatu bisa dilakukan, bukan untuk menawarkan pengalaman bermain yang lebih baik. Minecraft sudah tersedia di Nintendo Switch, sebagian besar PC genggam, dan ponsel. Jika tren porting Minecraft terus berlanjut seperti halnya Doom, bukan tidak mungkin kita akan melihat port ke perangkat tak terduga lainnya.





















Tinggalkan Balasan